<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335415617783496264</id><updated>2011-07-07T22:34:34.927-07:00</updated><title type='text'>ARYA PENANGSANG</title><subtitle type='html'>SANTRI YANG INTELEKTUAL, INTELEKTUAL YANG SANTRI</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ARYA PENANGSANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07730722849744342945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_H4eBlnejnq0/SegjP2m46RI/AAAAAAAAABY/jHH-drrzG5A/S220/AK000339.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335415617783496264.post-4736218083007231819</id><published>2010-06-20T01:15:00.001-07:00</published><updated>2010-06-20T01:15:55.599-07:00</updated><title type='text'>ALIRAN-ALIRAN ILMU KALAM</title><content type='html'>KATA PENGANTAR PENULIS&lt;br /&gt;الحمد لله الاحد الصمد الذي لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا احد. اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له الملك المعبود واشهد ان محمدا عبده ورسوله الذي ارسل الى جميع المخلوق الموجود. والصلاة  والسلام على من هو نور الوجود وعلى اله واصحابه ومن تبعهم الى يوم الموعود.&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah swt yang dengan taufiq dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan risalah kecil yang membahas tentang ilmu kalam ini. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah ke pangkuan Nabi Agung Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan yang kami beri judul “Aliran-Aliran Ilmu Kalam” ini setidaknya dapat memberi gambaran tentang terpecahnya umat islam menjadi golongan-golongan. Berdasarkan hadits nabi, golongan tersebut yang benar dan selamat hanyalah satu yaitu golongan yang mengikuti ajaran dan sunnah nabi beserta para sahabat. Golongan tersebut adalah golongan yang sering diklaim dengan nama “Ahlussunnah Wal Jama’ah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, apabila dalam tulisan masih banyak terdapat kesalahan dan kekhilafan, kami selaku mahluk yang lemah mohon maaf yang sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALIRAN-ALIRAN ILMU KALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.PENDAHULUAN&lt;br /&gt;1.Nama Ilmu Kalam&lt;br /&gt;Di dalam agama islam ilmu yang membahas masalah Ketuhanan sebagai dasar aqidah/kepercayaan dinamakan “Ilmu Tauhid”, dan sering kali disebut “Ilmu Ushuluddin”, “Ilmu Kalam” atau Teologi Islam.&lt;br /&gt;Abd al Rahman al Jaziri mengatakan : “Adapun dinamai dengan Ilmu Tauhid dan sifat-sifat karena pembahasan tentang Ketauhidan Allah (peng-Esaan Allah) serta sifat-sifat-Nya, seperti Qodrat, Irodat dan sebagainya dari sifat-sifat Ma’ani, adalah pembahasan yang paling masyhur di dalamnya”1&lt;br /&gt;Adapun dinamakan ilmu Ushuluddin menurut Abd al Rahman al Jaziri dinyatakan : “Adapun dinamai dengan Ilmu Ushuluddin karena ilmu Tauhid menjadi tiang tegaknya ketetapan adanya zat Pencipta dan keadaannya yang wajib adanya, Yang Maha Kuasa, Maha Menghendaki, Maha Alim, pengutus para Rasul-rasul pemberita kebenaran”2&lt;br /&gt;Adapun dinamakan Ilmu Kalam menurut Muh Abduh adalah : “Dan kadang-kadang disebut dengan Ilmu Kalam, adalah karena masalah yang paling masyhur yang menimbulkan perselisihan keras antara para ulama pada abad pertama (Hijriyah), ialah Kalam Allah yang dibaca (Al Qur’an) itu baru (mahluk) atau qodim (azali, tak berawal). Dan kadang-kadang karena dasar tempat tegaknya adalah dalil akal dan pengutamaan terhadap dalil akal ini nampak jelas dalam setiap pendapat yang dikemukakan oleh para ahli kalam dan sedikit sekali perdebatan mereka yang didasari pada dalil naqli (Al Qur’an atau Hadits).Dan kadang-kadang mereka dalam menjelaskan cara-cara pengambilan dalil atas pokok-pokok agama serupa dengan mantik (logika), sebagaimana ahli-ahli fikir dalam menjelaskan hujjah pendiriannya. Kemudian mengganti logika (mantiq) dengan ilmu kalam, untuk membedakan antara keduanya”3&lt;br /&gt;Ilmu ini juga dinamakan “Theology Islam” asal dari Theos yang artinya Tuhan dan Logos yang artinya Ilmu. Jadi ilmu tentang Ketuhanan atau aqidah Islam.&lt;br /&gt;Ahli Ilmu Kalam disebut Mutakallimin. Golongan ini bisa dianggap sebagai golongan yang berdiri sendiri yang menggunakan akal fikiran (alasan-alasan pikiran) dalam memahami nash-nash (teks-teks) agama dan mempertahankan kepercayaan-kepercayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Hubungan Ilmu Kalam dengan Filsafat&lt;br /&gt;Filsafat Yunani telah menarik sekali perhatian kaum muslimin, terutama sesudah ada terjemahan buku-buku filsafat Yunani ke dalam bahasa arab sejak zaman khalifah Al Mansur (754-775 M) dan mencapai puncaknya pada masa Al Makmun (813-833 M) dari khalifah Bani Abbasiyah. Ilmu Rethorika, ilmu tentang cara berdebat atau adabul bahtsi wal munadharah sebagai bagian dari filsafat Yunani mendapat perhatian tersendiri dari kaum muslim, sebagai suatu yang membicarakan tentang cara berdebat.4&lt;br /&gt;Sebagaimana dikatakan Assyihristani bahwa setelah ulama-ulama Mu’tazilah mempelajari kitab-kitab filsafat yang diterjemahkan pada masa Al Makmun, mereka mempertemukan cara (sistim) filsafat dengan sistim ilmu Kalam dan dijadikan ilmu yang berdiri sendiri dan dinamakannya ilmu kalam.5&lt;br /&gt;Filsafat Yunani ternyata bukan hanya kalangan mutakallimin saja yang mengambil manfaat sebagai alat untuk memperkuat dalil-dalil kepercayaan islam dalam menghadapi lawan-lawannya, tetapi juga dari kalangan ahli-ahli filsafat islam seperti Al Kindi, Al Farabi dan sebagainya.&lt;br /&gt;Mutakallimin mengambil filsafat Yunani dan mempertemukannya dengan ajaran-ajaran islam yang lahirnya seperti bertentangan, maka dibuanglah yang nyata-nyata bertentangan dan diambilnya yang tidak bertentangan dengan ajaran islam. Di samping itu para mutakallimin sebenarnya lebih dahulu munculnya dari pada filosof-filosof islam, karena filosof islam yang pertama Al Kindi (wafat 260 H), sedang beberapa puluh tahun sebelumnya terdapat Wasil bin Ata’ (699-748 M/82-131 H), Amir bin Ubaid (wafat 143 H), Abil Huzail al Allaf (135-235 H) dan An Nazzam (185-221 H), mereka itu telah membicarakan persoalan ilmu kalam dan sudah menetapkan dasar-dasarnya.&lt;br /&gt;Dari keterangan di atas jelas bahwa antara ilmu kalam dan filsafat ada hubungannya, karena ilmu kalam bercorak filsafat yang menunjukkan ada pengaruh pikiran-pikiran dan metode filsafat, sehingga banyak di antara para penulis menggolongkan Ilmu Kalam kepada filsafat. Sebagai contoh Ibnu Khaldun (wafat 808 H / 1406 M) mengatakan bahwa persoalan-persoalan ilmu kalam telah bercampur dengan persoalan-persoalan filsafat, sehingga sukar dibedakan satu dengan lainnya. Demikian pula penulis barat Tenneman atau H. Ritter memasukkan mutakallimin kedalam filosof islam.6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Sejarah Timbulnya Aliran-Aliran&lt;br /&gt;Dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangan islam, timbulnya aliran-aliran Ilmu Kalam pertama kali banyak berlatar belakang politik. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya, persoalan politik meningkat menjadi persoalan teologi / ilmu kalam.7&lt;br /&gt;Adapun masalah-masalah politik ini mulai timbul di kalangan muslimin ialah persoalan siapakah yang akan menggantikan Nabi Muhammad saw dalam kedudukannya sebagai khalifah (kepala negara), karena beliau tidak pernah menunjukkannya dan tidak pula menjelaskan cara-cara pemilihannya.8 Sedangkan kedudukan beliau sebagai Nabi dan Rasul penutup sudah jelas tidak digantikan orang lain, karena hak itu mutlak bagi Allah. Menurut golongan Anshor, khalifah tersebut harus dipilih dari kalangan mereka. Sedangkan menurut golongan Muhajirin khalifah tersebut harus dari kalangan mereka. Di samping itu ada pula yang menghendaki agar Ali bin Abi Thaliblah yang akan menjadi khalifah. Akan tetapi persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik setelah golongan Anshor bersedia menarik kembali keinginan mereka dan ikut membaiat Abu Bakar dari golongan Muhajirin sebagai khalifah. Sedangkan golongan ketiga, meskipun tidak pernah menarik kembali keinginan mereka, namun masih dapat dijinakkan untuk beberapa tahun lamanya yaitu yang dimulai sejak masa pemerintahan Abu Bakar hingga enam tahun pertama dari masa pemerintahan Utsman bin Affan. Dan terbinanya keadaan yang baik ini, sebenarnya adalah berkat keadilan dan kebijaksanaan Abu Bakar dan Umar yang dapat diterima oleh semua golongan.9&lt;br /&gt;Akan tetapi keadaan yang demikian tidak dapat lagi bertahan pada enam tahun terakhir dari masa pemerintahan Utsman. Bahkan sebaliknya keresahan dan kekacauan politik telah melanda seluruh negeri islam di mana sebagai puncaknya terjadilah pemberontakan dan pembunuhan terhadap Utsman secara sewenang-wenang. &lt;br /&gt;Dengan terbunuhnya Utsman ini maka pemerintahan dipegang oleh Ali bin Abi Thalib, namun begitu beliau dibaiat dan menduduki jabatan tersebut segera mendapatkan tantangan dari orang-orang yang ingin pula menjadi khalifah. Tantangan pertama datang dari Thalhah dan Az Zuair yang didukung oleh Aisyah istri Rasulullah saw. Tetapi tantangan ini dapat dipatahkan oleh Ali dalam peperangan Jamal di mana Thalhah dan Az Zubair terbunuh, sedangkan Aisyah dikembalikan ke Makkah.10&lt;br /&gt;Tantangan yang kedua muncul dari Muawiyah Gubernur Damaskus dan keluarga dekat Utsman dengan alasan menuntut bela atas darah Utsman, bahkan ia menuduh Ali terlibat dalam persoalan pembunuhan itu. Pertentangan ini kemudian menimbulkan peperangan Shiffin. Setelah Muawiyah melihat pihak Ali hampir memperoleh kemenangan, maka dengan penuh tipu muslihat dia memerintahkan kepada tentaranya mengangkat Al Qur’an ke atas sebagai tanda bahwa ia minta damai. Pada mulanya Ali tidak mau menyetujui usul dari Muawiyah ini, tetapi disebabkan desakan keras dari sebagian tentaranya maka dia terpaksa menyetujuinya di mana pihak Ali oleh Abu Musa Al Asy’ari. Dalam perdamaian ini ternyata pihak Ali dikalahkan secara licik oleh pihak Muawiyah di mana Amr bin ‘Ash telah mengangkat Muawiyah sebagai khalifah secara sepihak. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika Ali dan para pengikutnya tidak mau menerima putusan sepihak itu dan tidak mau meletakkan jabatannya sebagai khalifah yang legal sampai ia terbunuh pada tahun 40 H/661 M.11&lt;br /&gt;Akan tetapi meskipun Ali dan para pengikutnya tidak mau menerima putusan perdamaian namun akibat perdamaian ini telah menimbulkan perpecahan di kalangan mereka. Dari perpecahan inilah kemudian melahirkan aliran-aliran politik. Selanjutnya karena masing-masing aliran ini saling kafir mengkafirkan  maka berarti mereka telah memasuki bidang ilmu ketuhanan atau ilmu kalam. &lt;br /&gt;Sebagai reaksi terhadap pendapat-pendapat yang telah dikemukakan oleh aliran politik tersebut, terutama yang menyangkut masalah ilmu ketuhanan maka timbullah aliran-aliran ilmu kalam. Setelah itu timbul lagi aliran-aliran ilmu kalam yang baru sebagai reaksi terhadap aliran-aliran ilmu kalam sebelumnya. Baru setelah akhir abad IV Hijriyah tidak ada lagi aliran yang muncul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.ALIRAN-ALIRAN ILMU KALAM&lt;br /&gt;1.Aliran Khawarij&lt;br /&gt;Banyak nama yang diberikan kepada aliran ini antara lain :&lt;br /&gt;a.Nama khawarij diambil dari kata asal “kharaja” artinya telah keluar. Maksudnya ialah orang-orang yang keluar dari barisan Ali bin Abi Thalib karena tidak setuju terhadap sikapnya yang mau menerima tahkim (perdamaian) dalam penyelesaian persengketaan kekhalifahan dengan Muawiyah bin Abi Sofyan.&lt;br /&gt;b.Dinamakan khawarij karena mereka keluar dari rumah-rumah mereka dengan maksud berjihad di jalan Allah. Sebagaimana mereka simpulkan dari Al Qur’an surat An Nisa’ ayat 100.&lt;br /&gt;c.Dinamakan Syurah, karena mereka menganggap bahwasanya diri mereka telah mereka jual kepada Allah. Maksudnya menjual diri mereka untuk menegakkan agama Allah dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 207.&lt;br /&gt;d.Dinamakan Haruriyah, karena mereka pergi berlindung ke suatu kota kecil dekat Kufah yang bernama Harura.&lt;br /&gt;e.Juga dinamakan Muhakkimah, karena mereka dalam perjuangannya selalu menggunakan semboyan “La hukma illa lillah”.12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Aliran Murji’ah&lt;br /&gt;Murji’ah berasal dari kata al Irja’ mempunyai dua arti :&lt;br /&gt;a.At Ta’khir = menunda. Pengertian ini menunjukkan bahwa aliran Murjiah ini menunda amal dari niat.&lt;br /&gt;b.Itho’ Al Raja’ = memberi pengharapan. Pengertian ini menunjukkan bahwa iman itu tidak rusak karena perbuatan dosa, begitu pula perbuatan kafir tidak merusak dari ketaatan.13&lt;br /&gt;c.Pendapat lain mengatakan nama Murjiah diambil dari kata Arja’a yang berarti menangguhkan atau mengakhirkan. Maksudnya mereka menangguhkan persoalan golongan-golongan umat islam yang berselisih dan yang telah banyak mengalirkan darah sampai hari pembalasan nanti dan mereka tidak menentukan hukumannya bagi setiap yang berselisih.14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Aliran Syi’ah&lt;br /&gt;Kata Syi’ah menurut Ibnu Khaldun berarti “as shahbu wal ittibaa’u” = pengikut atau partai. Menurut istilah, Syi’ah adalah suatu jama’ah atau golongan umat islam yang memberikan kedudukan istimewa terhadap keturunan Nabi Muhammad saw dan menempatkan Ali bin Abi Thalib serta Ahlul Bait (keluarga dekat nabi), pada derajat yang lebih utama dari pada sahabat nabi yang lain. Mereka mencintai Ali dan keturunannya dengan sepenuh dengan disertai sikap dan tindakan nyata.15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Aliran Mu’tazilah&lt;br /&gt;a. Lahirnya Aliran Mu’tazilah&lt;br /&gt;Lahirnya aliran Mu’tazilah tidak dapat dipisahkan dengan suasana pada waktu itu yang merupakan faktor-faktor pendorongnya, yaitu :&lt;br /&gt;1)Kota Basrah yang merupakan pusat ilmu dan peradaban islam dan merupakan tempat bertemunya aneka kebudayaan asing disamping bertemunya bermacam-macam agama.&lt;br /&gt;2)Banyaknya orang-orang yang hendak menghancurkan islam dari segi akidah, baik mereka menamakan dirinya islam maupun tidak.&lt;br /&gt;3)Perguruan di masjid Basrah yang berbentuk halaqoh (lingkaran pelajaran) di bawah asuhan Hasan Basri yang digelari Abu Sa’id (21-110 H/642-728 M).&lt;br /&gt;Dalam Shorter Encyclopedia Of Islam dikatakan, Hasan Basri adalah murid yang terkenal dari sahabat besar Anas bin Malik dan telah bertemu dengan tidak kurang dari 70 orang sahabat Nabi yang turut dalam perang Badar.16&lt;br /&gt;Dari perguruan Basrah inilah yang menjadi pangkal pergerakan-pergerakan agama dalam islam dan terutama adalah pergerakan dalam ilmu kalam, di mana murid-murid perguruan Basrah ini yang memainkan peranannya sebagai pembangkit aliran Scholastik dalam islam.&lt;br /&gt;Scholastik adalah suatu usaha untuk menyusun sistem pokok kepercayaan agama yang ditegakkan dengan dalil-dalil akal serta menggunakan metode ilmu filsafat sehingga tersusun bentuk perumusan kepercayaan-kepercayaan agama yang bersifat spesialisasi dan setengah filsafat. Tokoh gerakan Scholastik ini dalam islam adalah dua orang murid dari perguruan Basrah tersebut yaitu Wasil bin Atho’ (80-131 H/669-748 M) dan Amru bin Ubaid (wafat 143 H) yang membina suatu aliran besar yang kemudian terkenal dengan Mu’tazilah.17&lt;br /&gt;Dalam keadaan demikian lahirlah aliran Mu’tazilah di Basrah pada permulaan abad pertama hijriyah, dengan menguraikan masalah yang timbul di kalangan umat islam dan mencoba mengemukakan pendapat-pendapatnya sendiri yang berbeda dari aliran-aliran lainnya pada masa itu, dalam rangka untuk mempertahankan islam.&lt;br /&gt;Aliran Mu’tazilah cepat berkembang menjadi aliran yang membahas persoalan-persolan ilmu kalam lebih mendalam dan bersifat filosofis dari pada yang dibahas aliran-aliran sebelumnya. Dalam pembahasan masalah banyak menggunakan akal, sehingga akhirnya terkenal dengan sebutan  “Aliran Rasionalis Islam”.18&lt;br /&gt;b. Asal Usul Mu’tazilah&lt;br /&gt;Mengenai asal usul aliran ini dengan sebutan Mu’tazilah ada beberapa pendapat, di mana dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkannya tidak lepas dari tiga hal :&lt;br /&gt;Dinamakan Mu’tazilah sebab Wasil bin Atha’ dan Amru bin Ubaid memisahkan diri dari lingkaran pelajaran (halaqah) Hasan Basri di masjid Basrah, karena adanya perbedaan pendapat antara Wasil bin Atha’ dan Amru bin Ubaid di satu pihak dengan gurunya Hasan Basri tentang hukum orang islam yang berbuat dosa besar. Menurut Wasil bin Atha’ dan Amru bin Ubaid orang islam yang berbuat dosa besar itu bukan mukmin dan bukan pula kafir, tetapi dia berada di antara keduanya, yaitu fasiq. Jadi karena pemisahan/pengasingan diri Wasil bin Atha’ dan kawan-kawannya dari halaqah Hasan Basri, sehingga Hasan Basri mengucapkan “I’tazala anna Wasil = Wasil telah memisahkan diri dari kita.”&lt;br /&gt;Dinamakan Mu’tazilah, sebab mereka melepaskan diri dari pendapat ulama/aliran terdahulu atau yang telah ada, yaitu mengenai hukum orang islam yang berbuat dosa besar. Misalnya; Murji’ah berpendapat mereka itu tetap mukmin, Khawarij berpendapat mereka itu kafir, Hasan Basri berpendapat mereka itu munafik, sedang Wasil bin Atha’ dan kawan-kawannya berpendapat yang menyalahi dari pendapat-pendapat tersebut di atas, yaitu mereka itu fasik. Akhirnya Wasil dan kawan-kawannya dianggap I’tizal (memisahkan diri).&lt;br /&gt;Dinamakan Mu’tazilah, sebab menurut anggapan mereka, orang islam yang berbuat dosa besar itu menjauhkan diri (I’tizal) dari golongan mukmin dan dari golongan kafir. Menurut Al Mas’udi, Mu’tazilah adalah golongan yang mengatakan orang yang berbuat dosa besar lepas dari mukmin dan kafir.19&lt;br /&gt;Dari ketiga pendapat tersebut di atas sebenarnya pendapat yang kedua lebih mendekati kebenaran. Hal ini dikuatkan oleh Abdul Kadir al Baghdadi dalam bukunya al Farqu bainal Firaq, bahwa sebutan Mu’tazilah itu diberikan kepadanya disebabkan pengertian maknawi (abstrak), yaitu karena Mu’tazilah berpendirian baru yang berbeda dengan pendapat sebelumnya. Sedang orang-orang Mu’tazilah sendiri menamakan dirinya “Ahlul adli wa attauhid”= Ahli keadilan dan keesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Aliran Asy’ariah&lt;br /&gt;Al Asy’ari (260 H/873 M-324 H/935 M) adalah salah satu penyusun dan pelopor dari suatu aliran dalam ilmu kalam. Berasal dari namanya diabadikan oleh pengikut-pengikutnya menjadi nama suatu “Aliran Asy’ariah”, yang kemudian dalam perluasannya diidentikkan dengan sebutan aliran “Ahlussunnah” atau “Ahlussunnah Wal Jamaah”. Aliran ini merupakan aliran yang terbesar dan yang masih diikuti oleh sebagian besar kaum muslimin sampai sekarang.&lt;br /&gt;Nama lengkap Al Asy’ari adalah Abu Hasan Ali bin Ismail bin Ishaq bin Saalim bin Ismail bin Abdullah bin Musa bin Bilal bin Abi Burdah bin Abu Musa Al Asy’ari. Ia dilahirkan di Basrah (Irak) dan meninggal di Baghdad. Pendidikannya secara terperinci tidak ada para ahli yang menceritakan, hanya dikatakan bahwa sejak usia muda berguru pada Al Juba’i, seorang tokoh terkenal dari aliran Mu’tazilah. Ia mempelajari ajaran Mu’tazilah dan menjadi pengikutnya yang setia sampai berumur 40 tahun, bahkan tidak sedikit karangannya tentang kemu’tazilahan.20&lt;br /&gt;Walaupun ia telah berpuluh tahun mengikuti dengan setia paham Mu’tazilah akhirnya ia tinggalkan.&lt;br /&gt;Sebab yang biasa disebut, yang berasal dari Al Subki dan Al Hafidz bin Asakir, ialah pada suatu malam Asy’ari bermimpi, dalam mimpi itu nabi Muhammad saw mengatakan kepadanya bahwa mazhab Ahli Hadislah yang benar, dan mazhab Mu’tazilah salah. Sebab lain bahwa Al Asy’ari berdebat dengan gurunya Al Juba’i dan dalam perdebatan itu Al Juba’I tak dapat memberikan jawaban yang memuaskan.&lt;br /&gt;Di antara pertanyaan yang diajukan Al Asy’ari ialah mengenai tiga orang bersaudara, yang tertua mati dalam keadaan beriman dan takwa, kedua dalam keadaan kafir, sedang yang ketiga waktu masih kecil. Al Juba’i menjawab : Mukmin yang taat pada derajat tertinggi (surga), kafir di bawah sekali (neraka), dan yang kecil selamat. Pedomannya, pahala disediakan bagi orang yang beriman dan taat, sedang siksa bagi orang yang kafir adalah suatu keharusan bagi Allah menurut mereka. Setelah dialog yang agak lama, terutama mengenai anak kecil, jawabnya terakhir bahwa Allah memandangnya ia lebih baik mati kecil. Al Asy’ari bertanya lagi bila yang kafir itu mengadu, ya Tuhan Engkau mengetahui masa depanku sebagaimana Engkau mengetahui masa depannya. Apa sebabnya Engkau tidak menjaga kepentinganku? Di sini Al Juba’i terpaksa diam.21&lt;br /&gt;Kemudian untuk mengambil keputusan terakhir, Al Asy’ari mengasingkan diri di rumahnya selama 15 hari untuk memikirkan ajaran-ajaran Mu’tazilah. Sesudah itu ia pergi ke masjid, naik mimbar dan mengatakan kepada hadirin bahwa ia mulai saat itu atas petunjuk Allah meninggalkan keyakinan-keyakinan Mu’tazilah (yang diragakan dengan melepas bajunya dan dilemparkan) dan beralih menganut keyakinan-keyakinan yang ia susun sendiri dalam karya tulisnya yang beraliran Ahlussunnah.22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Aliran Maturidiah&lt;br /&gt;Al Maturidi lahir di Maturid, sebuah daerah dekat kota Samarkand, salah satu kota di Asia Tengah, sekarang termasuk daerah Uzbekistan Unisoviet, pada sekitar pertengahan abad ketiga hijriyah dan meninggal di Samarkand pada tahun 333 H/944 M.23&lt;br /&gt;Nama lengkapnya adalah Abu Mansur Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Hanafi Al Mutakallim Al Maturidi Al Samarkandi. Dari namanya itulah oleh para pengikutnya diambil sebagai nama aliran Maturidiah.&lt;br /&gt;Pendidikannya secara terperinci tidak banyak diketahui. Para ahli sejarah menyebutkan di mulai  pada pertiga akhir dari abad ketiga hijriyah di mana aliran Mu’tazilah sudah mulai kemundurannya. Pada masa itu sedang hangatnya arena perdebatan antara aliran fiqih Hanafiyah dengan aliran fiqih Syafiiyah. Bahkan upacara-upacara kematianpun tidak terlepas dari perdebatan semacam itu, sebagaimana terjadi juga perdebatan antara para fuqoha dan ahli-ahli hadits di satu pihak dengan aliran Mu’tazilah di pihak lain dalam soal ilmu kalam. &lt;br /&gt;Dia memperoleh pendidikan dari ulama-ulama yang masyhur di zamannya, antara lain Syekh Abu Bakar Ahmad bin Ishak, Abu Nashr Ahmad bin Abbas, Husain bin Yahya Al Balachi, Muhammad bin Muqotil Al Rozi, mereka ini semuanya murid Imam Abu Hanifah.24&lt;br /&gt;Dari masa hidup dan pendidikan yang dialaminya, ada persamaan dan perbedaan antara Al Maturidi dan Al Asy’ari. Persamaannya, kedua-duanya berpaham Ahlusunnah wal jama’ah dan menentang paham Mu’tazilah. Di Basrah dipimpin Abul Hasan Al Asy’ari dan di Samarkand dipimpin oleh Al Maturidi.25&lt;br /&gt;Adapun perbedaannya :&lt;br /&gt;Menurut Moh Abduh : perbedaannya bukan dalam soal-soal prinsip dan tidak lebih dari 40 masalah.&lt;br /&gt;Menurut Abu Zahrah : perbedaannya terletak pada bahwa Al Maturidi lebih banyak memberikan peranan kebebasan akal dibanding dengan Al Asy’ari, sehingga hasil pemikirannya banyak juga berbeda.&lt;br /&gt;Menurut Hanafi MA : perbedaannya terletak pada pertaliannya dengan dasar-dasar mazhab. Al Asy’ari menganut mazhab Syafi’I sedang Al Maturidi menganut mazhab Hanafi.&lt;br /&gt;Meskipun ilmu yang dimiliki Al Maturidi sedemikian cukupnya namun ia belum merasa puas atas apa yang dipunyainya. Atas dasar itu beliau mengembara ke berbagai kota dan negeri untuk menambah ilmunya yang telah ada. Abu Bakar Aceh mengemukakan ulama-ulama yang ahli tentang ushuluddin waktu itu sangat sedikit sehingga ia terpaksa mengembara kian kemari untuk memperoleh bahan-bahan dan alasan-alasan yang dikehendakinya, sebagaimana katanya sendiri ia pernah pergi ke Basrah 22 kali untuk menghadiri ceramah-ceramah mengenai aqidah-aqidah dan kuliah fiqih.26&lt;br /&gt;Atas dasar keahliannya yang sangat mendalam tentang ilmu kalam, masyarakat telah memberi gelar kepadanya :&lt;br /&gt;1.Imamul Huda&lt;br /&gt;2.Imam Mutakallimin&lt;br /&gt;3.Pemimpin dan pembimbing aliran Sunni&lt;br /&gt;4.Benteng Standar Ahli Sunnah wal Jamaah.27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Aliran Salaf&lt;br /&gt;Kata “Salaf” dalam bahasa arab berarti yang terdahulu. Maksudnya ialah orang-orang muslim terdahulu, yang semasa dengan Rasulullah, para Shahabat, para Tabi’in dan Tabi’it Tabi’in. Mereka itu adalah orang-orang yang khusuk dan mendalam rasa keagamaannya, terutama mereka itu amat dekat pada masa nabi, atau boleh dikatakan hidup pada awal dari masa islam. &lt;br /&gt;Mereka itulah yang dinamakan juga Salafush Sholihin, artinya orang-orang shalih yang terdahulu. &lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda : abad yang sebaik-baiknya adalah abadku ini, kemudian abad berikutnya, dan kemudian abad berikutnya. (HR. Jabir Zurqani)&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam Al Qur’an tentang orang-orang salaf sebagai berikut :&lt;br /&gt;Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan mereka ridho kepada Allah, Allah menyiapkan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, itulah kemenangan yang besar.(At Taubah:100)&lt;br /&gt;Demikianlah, orang-orang salaf mendapat pujian dari Allah dalam ayat di atas, karena ridhonya mereka di dalam mengikuti perintah Allah, maka ridholah Allah kepada mereka.&lt;br /&gt;Sedang kata “khalaf” berarti yang terkemudian. Ibnu Taimiah membatasi masa salaf ialah sejak masa Rasulullah sampai 300 tahun Hijriyah. Sedang masa setelah 300 hijriyah sampai sekarang dinamakan khalaf. Namun batasan itu sebenarnya tidak dijelaskan oleh agama, tetapi hanya pendapat Ibnu Taimiah saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kapan lahirnya aliran salaf?&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan pada abad IV H, para penganut mazhab Hambali melancarkan paham yang mereka katakan diambil dari paham Imam Ahmad bin Hambal. Mereka berkata bahwa Imam Ahmad bin Hambal inilah yang menghidupkan dan mempertahankan i'tikad salaf tersebut.&lt;br /&gt;Setelah abad IV H, paham salaf tak terdengar lagi. Baru pada abad VII H, lahirlah seorang ulama’ yang bernama Ibnu Taimiah, yang mengeluarkan fatwa-fatwa tentang masalah keTuhanan yang dikatakannya adalah paham salaf. Paham salaf ini dikaitkan sebagai paham yang ingin memurnikan ajaran islam dari unsur-unsur yang datangnya dari luar, yang tentu saja tidak sesuai dengan kemurnian islam.&lt;br /&gt;Pada  abad XII H, (XVII M) lahirlah Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1787 M) yang melancarkan suatu paham dan katanya, paham itu adalah paham salaf, yang kemudian terkenal dengan sebutan aliran Wahabiah. Ia adalah pengikut paham Ibnu Taimiah.28&lt;br /&gt;Siapa Ahli Salaf?&lt;br /&gt;Untuk dapat mengetahui siapa yang termasuk ahli salaf atau khalaf, dapat diketahui melalui metode yang dipakai mereka dalam memahami aqidah islam. &lt;br /&gt;Menurut Ibnu Taimiah membagi metode ulama-ulama islam dalam lapangan aqidah menjadi empat, yaitu :&lt;br /&gt;a.Aliran Filsafat yang mengatakan bahwa Qur’an berisi dalil “khatabi” dan “iqna’i" (dalil penenang dan pemuas hati, bukan pemuas pikiran) yang sesuai untuk orang banyak, sedang filosof-filosof menganggap dirinya ahli pembuktian rasionil (burhan) dan keyakinan, suatu cara yang lazim dipakai dalam lapangan aqidah.&lt;br /&gt;b.Aliran Mu’tazilah terlebih dahulu memegangi dalil akal yang rasionil, sebelum mempelajari dalil-dalil Qur’an. Mereka memang mengambil kedua macam dalil tersebut, akan tetapi mereka lebih mengutamakan dalil-dalil akal pikiran, sehingga mereka harus mena’wilkan dalil-dalil Qur’an untuk disesuaikan dengan hasil pikiran apabila terjadi perlawanan, meskipun mereka tidak keluar dari aqidah-aqidah Qur’an.&lt;br /&gt;c.Golongan ulama yang percaya kepada aqidah-aqidah dan dalil-dalil yang disebutkan oleh Qur’an, sebagai suatu berita yang harus dipercayai, tetapi tidak dijadikan pangkal penyelidikan akal pikiran. Boleh jadi yang dimaksud, ialah bahwa pangkal penyelidikan akal oleh golongan tersebut bukan dari Qur’an, meskipun untuk maksud memperkuat isi Qur’an dan boleh jadi pula yang dimaksud dengan golongan ini ialah aliran Maturidiah.&lt;br /&gt;d.Golongan yang mempercayai aqidah dan dalil-dalilnya yang disebut dalam Qur’an, tetapi mereka juga menggunakan dalil akal pikiran disamping dalil-dalil Qur’an. Boleh jadi yang dimaksud Ibnu Taimiah di sini adalah aliran Asy’ariah.29&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Taimiah aliran salaf hanya percaya kepada aqidah-aqidah dan dalil-dalilnya yang ditunjukkan oleh nas, karena nas tersebut adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad saw. Aliran salaf tidak percaya kepada metode logika rasionil yang asing bagi islam, karena metode ini terdapat pada masa sahabat dan tabiin.30&lt;br /&gt;Dengan kata lain “metode aliran salaf” meletakkan akal pikiran di belakang nas-nas agama yang tidak boleh berdiri sendiri.&lt;br /&gt;Dengan demikian aliran yang dalam penggunaan metodenya dalam lapangan aqidah tidak seperti yang ditempuh aliran salaf berarti termasuk kategori “aliran khalaf”, seperti aliran Filsafat, Mu’tazilah dan Sufi yang menganut paham ittihat (bersatu) dan fana’ dalam zat Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Aliran Wahabiah&lt;br /&gt;Nama aliran Wahabiah dipertalikan dengan nama pendirinya, yaitu Muhammad bin Abdul Wahab. Sebutan tersebut berasal dari pemberian para lawannya semasa ia masih hidup, yang kemudian diikuti para penulis Eropa. Sedang sebutan yang ia pakai dan pengikutnya sendiri adalah “aliran Muwahhidin” (Unitarians), dengan menggunakan metode mengikuti jejak Nabi Muhammad saw. Mereka menganggap dirinya “Aliran Ahlussunnah” yang mengikuti pikiran-pikiran Imam Ahmad bin Hambal yang ditafsirkan oleh Ibnu Taimiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa Hidup Muhammad bin Abdul Wahab&lt;br /&gt;Muhammad bin Abdul Wahab lahir tahun 1115 H/1703 M di Uyainah di daerah Nejed di tanah arab bagian tengah sebelah timur, suatu daerah yang sangat tandus dan terpencil sehingga daerah itu tidak terjangkau kekuasaan Turki yang berkuasa pada waktu itu, sehingga daerah Nejed ini hanya dikuasai oleh kepala-kepala suku (amir-amir) dari qabilah-qabilah yang mendiami daerah tersebut. Daerah kelahirannya ini adalah daerah yang sangat bersih artinya daerah itu tidak terpengaruh banyak akan bid’ah atau khurafat, yang sedang menimpa dunia islam waktu itu. Daerahnya yang tidak terawasi oleh kekuasaan Turki Utsmaniah waktu itu membuktikan suatu gejala akan kemunduran kerajaan itu.&lt;br /&gt;Pendidikannya dimulai berguru dengan ayahnya sendiri, di mana ayahnya sebagai seorang qadhi di daerah itu yang sangat terpengaruh oleh mazhab Hambaliah, dan ia juga pernah pergi haji pada waktu kecil. Kemudian ia melanjutkan pelajarannya ke Medinah dan berguru kepada Syekh Sulaiman Al Kurdi dan Muhammad Hayat al Sindi. Dari kedua orang guru itu diduga ia mengetahui kenyataan-kenyataan bid’ah dan khurafat yang banyak terdapat di kalangan kaum muslimin waktu itu, serta banyak penyimpangan-penyimpangan dari ajaran islam yang murni.&lt;br /&gt;Selanjutnya ia banyak melakukan perlawatan dalam rangka memperdalam studinya di beberapa negeri, antara lain di Basrah selama empat tahun, dan di situ ia sebagai tutor di rumah qadhi Husain, selanjutnya selama lima tahun di Baghdad dan kawin dengan seorang perempuan kaya, yang wafat dengan meninggalkan kekayaan sebanyak + 2000 dinar. Di Kurdistan selama satu tahun, di Hamazan dua tahun kemudian di Isfahan untuk mempelajari falsafat dan tasawuf selama empat tahun. Kemudian selama satu tahun tinggal di kota Kum.&lt;br /&gt;Pada tahun 1740 M, ia pulang kembali ke negerinya Nejed. Dan selama beberapa bulan, ia mengasingkan diri untuk menyusun pembaharuannya, dan ia mengarang bukunya yang berjudul Kitabut Tauhid Alladzi Huwa Haqqullah Alal Abid. Dalam mewujudkan pemikiran pembaharuannya, ia sangat gigih walaupun banyak mendapatkan tantangan dari beberapa arah. Bahkan dari saudaranya sendiri yang bernama Sulaiman bin Abdul Wahab dan dari saudaranya bernama Abdullah bin Husain. Di samping itu pengusa waktu itu melihat pertumbuhan gerakan wahabi yang sangat bersikap keras untuk menerapkan kembali ajaran islam yang murni dianggap membahayakan para penguasa, maka penguasa Uyainah mendapat perintah dari Amir Alhasa untuk membunuh Muhammad bin Abdul Wahab. Akan tetapi akhirnya amir Uyainah mengambil jalan tengah untuk menyelamatkannya dengan diam-diam ia menyuruh Muhammad bin Abdul Wahab pergi meninggalkan Uyainah. Akhirnya ia pergi ke Dar’iyah sebuah dusun tempat tinggal Muhammad bin Sa’ud (kakek raja Faisal) yang telah menganut ajaran-ajaran Wahabiah bahkan pelindung dan penyiarannya. Berkat ketekunan dan kesabaran serta kemauannya yang keras maka pengikutnya makin lama makin banyak. Akhirnya pada tahun 1773 M pengikutnya sampai masuk di kalangan perkotaan khususnya kota Riyad.&lt;br /&gt;Pada tahun 1787 M, Muhammad bin Abdul Wahab meninggal dunia dan ajaran-ajarannya tetap berkembang menuju ke pelosok penjuru dunia.31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.PENUTUP&lt;br /&gt;Dari uraian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa islam telah terpecah belah menjadi 73 golongan sebagaimana sabda nabi :&lt;br /&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ستفترق أمتي على ثلاث وسبعين ملة ، كلها في النار إلا واحدة ما أنا عليها اليوم وأصحابي &lt;br /&gt;“Umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya akan masuk neraka kecuali hanya satu yaitu orang-orang yang mengikuti ajaranku (hari ini) dan para sahabatku”(HR. Ibnu Umar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ke 73 golongan tersebut hanya satulah yang akan selamat yaitu golongan yang mengikuti ajaran-ajaran Rasulullah beserta para sahabatnya. Sebagai muslim sebaiknya kita tidak boleh mengklaim diri sebagai yang paling benar dan yang akan selamat. Kita harus melihat diri kita sendiri apakah kita sudah sesuai dan mengikuti ajaran sunnah Rasul dan para sahabat atau tidak. Dengan demikian umat islam tidak akan terpecah dan saling mengklaim sebagai yang paling benar sehingga keutuhan umat islam bisa terjaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya atas segala kekurangan dan kekhilafan, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga Allah swt melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, keluarga, para sahabat, tabiin, tabiit tabiin, dan semua orang yang mengikuti jalan mereka. Semoga bermanfaat. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. KEPUSTAKAAN&lt;br /&gt;Al Qur’an Al Karim&lt;br /&gt;Al Hadits&lt;br /&gt;A. Hanafi, MA, Pengantar Theology Islam, Jayamurni, Jakarta, 1967&lt;br /&gt;         Teologi Islam, Bulan Bintang, Jakarta, 1974&lt;br /&gt;Abd ar Rahman al Jaziri, Taudhih al Aqaid, Al Hadlarah asy Syarqiyah, Mesir, 1933&lt;br /&gt;Aboe Bakar Atjeh, H, Sjiah, Sejarah Filsafat Islam, CV. Romadhon, Semarang, 1968&lt;br /&gt;Ahmad Amin, Dhuhrul Islam, Maktabah al Nahdhah al Misriyah, 1964&lt;br /&gt;        Fajar Islam, alih bahasa Zaini Dahlan MA, Bulan Bintang, Jakarta, 1968&lt;br /&gt;Ahmad Sjalabi, Prof. Dr., Masyarakat Islam, alih bahasa Prof. Muchtar Yahya, Jayamurni, Jakarta, 1961&lt;br /&gt;Ali Mustafa al Gharaby, Tarikhul Firaqil Islamiyah, Maktabah wa Matbah Mustafa al Baaby, Mesir, 1957&lt;br /&gt;Asy Syahrastani, Al Milal Wan Nihal, juz I dan II, al Baby al Halabu, Mesir 1961&lt;br /&gt;Gibb, H.A.R. and Kramers, J.H., Shorter Encyclopedia Of Islam, E.J. Brill, Leiden, 1961&lt;br /&gt;Harun Nasution, Dr., Theologi Islam, Aliran-aliran, sejarah, Universitas Indonesia, 1971&lt;br /&gt;Hasby As Shiddieqy, Prof. Dr. T.M., Sejarah dan Pengantar Ilmu Tauhid/Kalam, Bulan Bintang, Jakarta, 1976&lt;br /&gt;MM. Sharif (edit), History of  Muslim Philosophy, Wiesbaden, Otto Harrassowitz, 1963&lt;br /&gt;Moh. Abu Zahrah, Tarikh Madzahibul Islamiyah, Darul Fikri Arabi, tt&lt;br /&gt;Muh. Abduh, Risalah Tauhid, Dar al Manar, Mesir, 1372 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3335415617783496264-4736218083007231819?l=mikialqudsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/feeds/4736218083007231819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2010/06/aliran-aliran-ilmu-kalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/4736218083007231819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/4736218083007231819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2010/06/aliran-aliran-ilmu-kalam.html' title='ALIRAN-ALIRAN ILMU KALAM'/><author><name>ARYA PENANGSANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07730722849744342945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_H4eBlnejnq0/SegjP2m46RI/AAAAAAAAABY/jHH-drrzG5A/S220/AK000339.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335415617783496264.post-7160019386254593758</id><published>2010-06-15T16:01:00.003-07:00</published><updated>2010-06-15T16:01:30.331-07:00</updated><title type='text'>التوكل الى الله</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDZULKI%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDZULKI%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDZULKI%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:Arial;}@page WordSection1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.WordSection1	{page:WordSection1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable	{mso-style-name:"Table Normal";	mso-tstyle-rowband-size:0;	mso-tstyle-colband-size:0;	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;	mso-para-margin:0cm;	mso-para-margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dari Umar bin Al Khoththob &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;”&lt;i&gt;Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang&lt;/i&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftn1"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hadits di atas menjelaskan mengenai urgensi tawakkal. Ibnu Rajab mengatakan, ”&lt;i&gt;Tawakkal adalah seutama-utama amal sebab untuk memperoleh rizki&lt;/i&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftn2"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; Sebagaimana Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; sebutkan dalam firman-Nya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“&lt;i&gt;Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.&lt;/i&gt;” (QS. Ath Tholaq: 3).&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; pernah membaca ayat di atas kepada Abu Dzar Al Ghifariy. Lalu beliau berkata padanya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;لَوْ أَنَّ النَّاسَ كُلَّهُمْ أَخَذُوْا بِهَا لَكَفَتْهُمْ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;”&lt;i&gt;Seandainya semua manusia mengambil nasehat ini, itu sudah akan mencukupi mereka.&lt;/i&gt;”&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftn3"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakkal, maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftn4"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Al Qurtubi mengatakan, ”&lt;i&gt;Barangsiapa menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya&lt;/i&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftn5"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sedangkan tawakkal yang sebenarnya adalah menyandarkan hati pada Allah dalam usaha untuk memperoleh manfaat atau menolak bahaya, baik dalam urusan dunia maupun urusan akhirat seluruhnya. Dalam tawakkal, seseorang betul-betul menyandarkan diri pada Allah dan ia pun menyempurnakan keyakinan bahwa tidak ada yang memberi, menghalangi rizki, mendatangkan bahaya atau manfaat selain Allah semata. Itulah hakikat tawakkal yang disebutkan oleh Ibnu Rajab Al Hambali&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftn6"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tawakkal Bukan Hanya Pasrah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sebagian orang seringkali salah kaprah dalam memahami tawakkal. Dikiranya tawakkal hanyalah sikap pasrah, tanpa ada usaha dan kerja sama sekali. Ini sungguh keliru. Tawakkal yang benar haruslah tercakup dua hal yaitu [1] penyandaran diri pada Allah dan [2] melakukan usaha. Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Usaha dengan anggota badan dalam melakukan sebab adalah suatu bentuk ketaatan pada Allah. Sedangkan bersandarnya hati pada Allah adalah termasuk keimanan.”&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftn7"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Di antara bukti bahwa tawakkal yang benar haruslah disertai dengan melakukan usaha adalah keadaan burung yang dijelaskan dalam hadits yang telah lewat. Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;mengisyaratkan bahwa burung tersebut bisa pulang dalam keadaan mendapatkan rizki dikarenakan ia juga melakukan usaha keluar di pagi harinya, disertai hatinya bersandar pada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Al Munawi mengatakan, ”Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali ketika sore dalam keadaan kenyang. Namun, usaha (sebab) itu bukanlah yang memberi rizki, yang memberi rizki adalah Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;. Hal ini menunjukkan bahwa tawakkal tidak harus meninggalkan usaha. Tawakkal haruslah dengan melakukan berbagai usaha yang akan membawa pada hasil yang diinginkan. Karena burung saja mendapatkan rizki dengan usaha. Sehingga hal ini menuntunkan pada kita untuk mencari rizki.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftn8"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta’ala &lt;/i&gt;dalam beberapa ayat juga menyuruh kita agar tidak meninggalkan usaha sebagaimana firman-Nya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;”&lt;i&gt;Dan &lt;u&gt;siapkanlah untuk menghadapi mereka&lt;/u&gt; kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang&lt;/i&gt;.” (QS. Al Anfaal: 60).&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Juga firman-Nya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“&lt;i&gt;Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; &lt;u&gt;dan carilah karunia Allah&lt;/u&gt;.&lt;/i&gt;” (QS. Al Jumu’ah: 10). Dalam ayat-ayat ini terlihat bahwa kita juga diperintahkan untuk melakukan usaha.&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sahl At Tusturi mengatakan, ”Barangsiapa mencela usaha (meninggalkan sebab) maka dia telah mencela sunnatullah (ketentuan yang Allah tetapkan). Barangsiapa mencela tawakkal (tidak mau bersandar pada Allah) maka dia telah meninggalkan keimanan.”&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftn9"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Allah Memang yang Memberi Rizki&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Allah memang yang memberi rizki sebagaimana firman-Nya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: right;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“&lt;i&gt;Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.&lt;/i&gt;”(QS. Hud: 6). Ibnu Hajar Al ‘Asqolani mengatakan, “Namun hal ini bukan berarti seseorang boleh meninggalkan usaha dan bersandar pada apa yang diperoleh makhluk lainnya. Meninggalkan usaha sangat bertentangan dengan tawakkal itu sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftn10"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. Orang yang duduk-duduk tersebut pernah berkata, ”&lt;i&gt;Aku tidak mengerjakan apa-apa. Rizkiku pasti &amp;nbsp;akan datang sendiri&lt;/i&gt;.” Imam Ahmad lantas mengatakan, ”Orang ini sungguh bodoh. Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; sendiri telah bersabda,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: right;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;إِنَّ اللَّه جَعَلَ رِزْقِي تَحْت ظِلّ رُمْحِي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;”&lt;i&gt;Allah menjadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftn11"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftn12"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dan beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; juga bersabda, “&lt;i&gt;Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang&lt;/i&gt;”. Disebutkan dalam hadits ini bahwa burung tersebut pergi pada waktu pagi dan kembali pada waktu sore dalam rangka mencari rizki. Para sahabat pun berdagang. Mereka pun mengolah kurma. Yang patut dijadikan qudwah (teladan) adalah mereka (yaitu para sahabat).”&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftn13"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Semoga Allah memberkahi setiap rizki yang kita peroleh. Hanya kepada Allah sebaik-baik tempat menggantungkan diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDZULKI%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDZULKI%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDZULKI%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-fareast-language:EN-US;}a:link, span.MsoHyperlink	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	color:blue;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	color:purple;	mso-themecolor:followedhyperlink;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}p	{mso-style-priority:99;	mso-margin-top-alt:auto;	margin-right:0cm;	mso-margin-bottom-alt:auto;	margin-left:0cm;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:Arial;}@page WordSection1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.WordSection1	{page:WordSection1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable	{mso-style-name:"Table Normal";	mso-tstyle-rowband-size:0;	mso-tstyle-colband-size:0;	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;	mso-para-margin:0cm;	mso-para-margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Referensi :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; HR. Ahmad (1/30), Tirmidzi no. 2344, Ibnu Majah no. 4164, dan Ibnu Hibban no. 402. Syaikh Al Albani dalam &lt;em&gt;Silsilah Ash Shohihah&lt;/em&gt; no.310 mengatakan bahwa hadits ini &lt;em&gt;shahih.&lt;/em&gt; Syaikh Muqbil Al Wadi’i dalam &lt;em&gt;Shohih Al Musnad&lt;/em&gt; no. 994 mengatakan bahwa hadits ini &lt;em&gt;hasan.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam&lt;/em&gt;, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 516, Darul Muayyid, cetakan pertama, 1424 H.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; HR. Ahmad, Ibnu Majah, An Nasa-i dalam Al Kubro. Dalam sanad hadits ini terdapat &lt;em&gt;inqitho’&lt;/em&gt; (terputus) sehingga hadits ini adalah hadits yang lemah (dho’if). Syaikh Al Albani dalam &lt;em&gt;Dho’if Al Jami’ &lt;/em&gt;no. 6372 mengatakan bahwa hadits tersebut dho’if. Namun makna hadits ini shahih (benar) karena memiliki asal dari ayat al Qur’an dan hadits shahih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Lihat &lt;em&gt;Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam&lt;/em&gt;, hal. 516.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an&lt;/em&gt;, Al Qurtubhi, 18/161, Mawqi’ Ya’sub.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Lihat &lt;em&gt;Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam&lt;/em&gt;, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 516, Darul Muayyid, cetakan pertama, 1424 H.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam&lt;/em&gt;, hal. 517.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Lihat &lt;em&gt;Tuhfatul Ahwadzi bisyarhi Jaami’ At Tirmidzi&lt;/em&gt;, 7/7-8, Asy Syamilah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam&lt;/em&gt;, hal. 517.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Fathul Bari&lt;/em&gt;, Ibnu Hajar ‘Al Asqolani, 11/305, Darul Ma’rifah, Beirut, 1379.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftnref11"&gt;[11]&lt;/a&gt; Maksud hadits ini adalah bahwa harta rampasan perang (ghonimah) itu halal bagi Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Al Muhallab mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan dibanding para Nabi sebelumnya yaitu dengan dihalalkannya ghonimah. Ghonimah inilah rizki bagi beliau.” (&lt;em&gt;Syarh Al Bukhari&lt;/em&gt;, Ibnu Baththol, 9/130, Asy Syamilah). Oleh karena itu, Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; katakan bahwa rizkinya yaitu &lt;em&gt;ghonimah&lt;/em&gt; (harta rampasan perang) berasal dari kilatan pedangnya karena berperang dengan kaum kuffar. Artinya, beliau sendiri melakukan usaha yaitu berperang, baru dapatlah &lt;em&gt;ghonimah&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftnref12"&gt;[12]&lt;/a&gt; HR. Ahmad, dari Ibnu ‘Umar. Sanad hadits ini &lt;em&gt;shahih&lt;/em&gt; sebagaimana disebutkan Al ‘Iroqi dalam &lt;em&gt;Takhrij Ahaditsil Ihya’&lt;/em&gt;, no. 1581. Dalam Shahih Al Jaami’ no. 2831, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini &lt;em&gt;shahih.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2808-burung-saja-bekerja-untuk-meraih-rizki.html#_ftnref13"&gt;[13]&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Fathul Bari&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, 11/305&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3335415617783496264-7160019386254593758?l=mikialqudsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/feeds/7160019386254593758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2010/06/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/7160019386254593758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/7160019386254593758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2010/06/blog-post.html' title='التوكل الى الله'/><author><name>ARYA PENANGSANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07730722849744342945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_H4eBlnejnq0/SegjP2m46RI/AAAAAAAAABY/jHH-drrzG5A/S220/AK000339.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335415617783496264.post-3852559433918270623</id><published>2009-07-25T00:49:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T00:52:18.098-07:00</updated><title type='text'>EL-MAQIS</title><content type='html'>Telah terbentuk forum komunikasi antar sesama alumni madrasah Qudsiyyah yang mondok di Sarang Rembang dengan nama EL-MAQIS (ALUMNI MADRASAH QUDSIYYAH SARANG) pada tanggal 27 Rajab 1430 H di gedung muhadloroh PP. al-anwar. Semoga bisa menjalin ukhuwwah antar sesama alumni.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3335415617783496264-3852559433918270623?l=mikialqudsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/feeds/3852559433918270623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/07/el-maqis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/3852559433918270623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/3852559433918270623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/07/el-maqis.html' title='EL-MAQIS'/><author><name>ARYA PENANGSANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07730722849744342945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_H4eBlnejnq0/SegjP2m46RI/AAAAAAAAABY/jHH-drrzG5A/S220/AK000339.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335415617783496264.post-6630425850739426413</id><published>2009-04-23T07:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T07:26:09.625-07:00</updated><title type='text'>PUISI</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_H4eBlnejnq0/SfB5zYk5G9I/AAAAAAAAAB8/gpu80S-zJYc/s1600-h/07.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 128px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H4eBlnejnq0/SfB5zYk5G9I/AAAAAAAAAB8/gpu80S-zJYc/s320/07.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327892282856774610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BISIKAN ANGIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa…&lt;br /&gt;Jangan berlebihan…&lt;br /&gt;Kita semua sama…&lt;br /&gt;Saling membutuhkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah Mengapa…&lt;br /&gt;Kadang kala kita tak sadar&lt;br /&gt;Antara kebaikan dan jasa&lt;br /&gt;Rela persembahkan untuk kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisikan angin&lt;br /&gt;Mengalunkan pujian untuk menghargai&lt;br /&gt;Apa yang mereka beri&lt;br /&gt;Dan berterima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisikan angina&lt;br /&gt;Menyampaikan untukmu&lt;br /&gt;Yang tak kenal lelah&lt;br /&gt;Untuk berbuat kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisikan angina&lt;br /&gt;Membuat menjadi mengerti&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3335415617783496264-6630425850739426413?l=mikialqudsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/feeds/6630425850739426413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/04/puisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/6630425850739426413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/6630425850739426413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/04/puisi.html' title='PUISI'/><author><name>ARYA PENANGSANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07730722849744342945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_H4eBlnejnq0/SegjP2m46RI/AAAAAAAAABY/jHH-drrzG5A/S220/AK000339.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H4eBlnejnq0/SfB5zYk5G9I/AAAAAAAAAB8/gpu80S-zJYc/s72-c/07.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335415617783496264.post-4277171853374834017</id><published>2009-04-17T00:10:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T00:11:46.490-07:00</updated><title type='text'>MAUIDLOH SAIKHINA MAIMUN ZUBAIR AS-SARANY</title><content type='html'>   	&lt;meta http-equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt; 	&lt;title&gt;&lt;/title&gt; 	&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.4  (Linux)"&gt; 	&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;  &lt;p dir="rtl" style="margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;b&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" style="margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt; &lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;الحمد لله الذي اصطفى من بين أخيار عباده وأصفيائه الأنبياء&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;. &lt;/font&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;واصطفى منهم سيدنا ومولانا محمدا سيد الأنبياء وإمام الأتقياء ثم جعل ورثتهم من بعدهم العلماء&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;. &lt;/font&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;فأكرم بهم قدوة لهؤلاء إلى يوم نلقى الله تعالى غدا في دارالنعماء&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p dir="rtl" style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;والصلاة والسلام على سيدنا ومولانا محمد صلى الله عليه وسلم الذي قال في بعض أحاديثه﴿من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين﴾ وعلى آله الطاهرين وصحبه الذي تتنور وجوههم برؤيته محيّا الرسول الأعظم صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;.&lt;/font&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;هم قدوة هذه الأمة ونجوم هذه الدنيا المعمورة كما هو عليه مقتضى معنى ما في حديث الرسول صلى الله عليه وسلم &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;: &lt;/font&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;أصحابي كالنجوم بأيهم اقتديتم اهتديتم&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p dir="rtl" style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;أما بعد&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;: &lt;/font&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;فإنه قد أسعدنا المولى الكريم بالإنتساب العظيم إلى شرف العلم حيث أن شرفنا في إحيائه بالتعلم والتعليم والتدريس والتأدي والأداء العلم الذي كان منبعه من نور الوحي الإلهي القرآن المجيد والأحاديث النبوية هو العلم الديني من بين فنونه أصولا وفروعا وما يتوسل به إلى ذلك&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;. &lt;/font&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;فإننا نشكر الله تعالى على  هذه النعمة العظيمة التي قل في هذه الأيام من له الإهتمام بهذه الأهـمية في الكفائي بإطهار مشاعرهاوإضاءةأنوارهـاكنجوم هذه الكرة الأرضيـة &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;. &lt;/font&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;وهم الذين وصفهم الله تعالى بأنهم أخيار هذه الأمة وبأنهم في مثل أيامنا الأخـيرة هم الغرباء الذين مدحهم رسول الله صلى الله عليه وسلم في حديثه العظيم﴿فطوبى للغرباء﴾&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;. &lt;/font&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;ثم انه مازلنا نشكر الله سبحانه وتعالى على هذه النعمة وبالأخص أن يتفضل سبحانه وتعالى مدرستنا الغزالية على هذا المنهج منهج السلف الصالح لإحياء تراث التعاليم المأثورة من قدماء علمائنا الأعلام ما قد عرض به في بعض منظومة الألفية الحبر الهمام الإمام محمد بن مالك رحمة الله عليه &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;:&lt;/font&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;ماكان أصح علم من تقدمـا&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p dir="rtl" style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;فإنني في هذه المناسبة أرجو من طلاب مدرستنا الذين في القسم النهائي القسم الثالث من العالي أن يجدّوا واجتهدوا في اقتناص المعارف فيها فإنهم في الغاية وفي الحقيقة أنهم قي مقدمة مرحلة من مراحل المسافة البعيدة القاصية، فإن هناك أمامهم درجات وطبقات بعيدة الغاية&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;. &lt;/font&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;أرجو منهم أن يكون لهم أمال عالية ولا يقتصر بما هم لديهم فلابد من اللحوق بما هو أعلى من ذلك حتى يكونوا منتسبين بالعلم وأهله آمين&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;أما ما يتعلق بأسانيد الكتب التي تدرس في صفهم خاصة وغيرها فأنا أحوّل لهم ما كنت كتبت في السنوات الماضية غير مرة واحدة&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;. &lt;/font&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;وأوصي لنفسي وإياهم بالتقوى والإستقامة على طاعة المولى سبحانه وتعالى في الخلوة والجلوة وعدم النسيان بالدعاء لي&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;. &lt;/font&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;والله أعلم&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-size: 20pt;" size="5"&gt;. &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;p dir="rtl" style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="right"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="right"&gt;       &lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" style="margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;&lt;b&gt;كتبه ببنانه الشيخ ميمون زبير الحاج&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3335415617783496264-4277171853374834017?l=mikialqudsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/feeds/4277171853374834017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/04/mauidloh-saikhina-maimun-zubair-as.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/4277171853374834017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/4277171853374834017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/04/mauidloh-saikhina-maimun-zubair-as.html' title='MAUIDLOH SAIKHINA MAIMUN ZUBAIR AS-SARANY'/><author><name>ARYA PENANGSANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07730722849744342945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_H4eBlnejnq0/SegjP2m46RI/AAAAAAAAABY/jHH-drrzG5A/S220/AK000339.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335415617783496264.post-2144225984311715990</id><published>2009-04-17T00:06:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T00:07:32.524-07:00</updated><title type='text'>HUMOR</title><content type='html'>   	&lt;meta http-equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt; 	&lt;title&gt;&lt;/title&gt; 	&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.4  (Linux)"&gt; 	&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: center; font-weight: bold;"&gt;                                ANDAI  GAJAH YANG TERBANG&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Di sebuh pondok pada tahun ajaran baru ,dengan wajah-wajah baru tentunya.Maman terhitung seorang santri lama melihat kejanggalan pada Gontong,santri yang terbilang baru ,karma baru seminggu pisah dari tempat tidur di kampong halamannya dan menempati tempat tidur baru si pondok barunya tentu.dengan jutaan angan dan cita-cita tentunya.merasa penasaran,Maman pun berkenalan dengan gontong dan berencana untuk cangkruk bersama&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Maman    :Tong… cangkruk yuk…!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Gontong  :di mana ?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Maman    :lantai atas tempat jemuran..gimana….?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Gontong  :Ok…entar habis musyawarah ya….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Maman    :Ok…siiiiip…..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Maman dan gontong ahirnya sepakat untuk cangkruk bersama setelah jam   musyawarah,dan benar juga,setelah musyawarah mamanpun menepati janjinya untuk cangkruk berdua dengan gontong,dengan membawa sebungkus rokok SUKUN dan secangkir kopi,Maman naik ke lantai paling atas,tempat yang telah di rencanakan oleh mereka berdua,setelah maman sampai atas,maman melihat gontong yang ternyata udah nyampai atas duluan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Maman      :hoi….nglamun….!lagi bayangin apa tong….?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Gontong    :eh ...maman…,ini man..,aku lagi lihat kelelawar terbang  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Maman      :tuhan maha adil ya tong…burung sekecil itu punya keistimewaan bisa  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;                  :terbang&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Gontong    :tapi tuhan gak adil sama gajah Man….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Maman      :kok gitu tong…?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Gontong    :coba gajah yang di beri keistimewaan untuk terbang…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Gontong    :Wadauuuhh….!!!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Maman      :kenapa tong…?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Gontong    :kelelawar itu berak sembarangan….kena kepalaku deh….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Maman      :ha….ha…ha….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Gontong    :kamu kok tertawa man…?gak setia kawan lho…..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Maman      :bukannya gitu tong…,aku Cuma lagi bayangin, andai  tuhan memberikan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;                   :keistimewaan gajah untuk terbang dan berak sembarangan,pasti kamu sudah  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;                   :tenggelam kena berak gajah….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Gontong     :@@#$$#@!!!!!!***???,,,,&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3335415617783496264-2144225984311715990?l=mikialqudsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/feeds/2144225984311715990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/04/humor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/2144225984311715990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/2144225984311715990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/04/humor.html' title='HUMOR'/><author><name>ARYA PENANGSANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07730722849744342945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_H4eBlnejnq0/SegjP2m46RI/AAAAAAAAABY/jHH-drrzG5A/S220/AK000339.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335415617783496264.post-1497717274073529219</id><published>2009-04-16T23:45:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T23:51:23.597-07:00</updated><title type='text'>MAQAM WUSHUL</title><content type='html'>   	&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt; 	&lt;title&gt;&lt;/title&gt; 	&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.4  (Linux)"&gt; 	&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Liberation Sans;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;شعاع البصيرة يشهدك قربه منك وعين البصيرة يشهدك عدمك لوجوده وحق البصيرة يشهدك وجوده لا عدمك ولا وجوجك&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt;&lt;i&gt;"Sinar mata hati (&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Liberation Sans;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;شعاع البصيرة&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;) menunjukkan kedekatan kita pada Allah SWT, sedangkan esensi mata hati (&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Liberation Sans;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;عين البصيرة &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;) menunjukkan ketiadaan kita karena wujudnya Allah dan kebenaran mata hati&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;(&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Liberation Sans;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;حق البصيرة&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;) menunjukkan wujudnya Allah (bukan lagi menunjukkan ketiadaan atau          wujud kita)"&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Hikmah ini Ibnu Athoillah menjelaskan bahwa derajat manusia dalam wushul (sampai) pada maqam &lt;i&gt;ihsan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="left"&gt; terbagi menjadi 3 :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Liberation Sans;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;شعاع 	البصيرة&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; 	&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Dalam maqam ini manusia hanya mengetahui hakikat dari penciptaan dan rahasia dari alam ini serta mengetahui Allah dengan sifat-sifatNya. Jika manusia telah sampai pada derajat ini maka mereka akan menjadi dekat pada Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Liberation Sans;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;عين 	البصيرة&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Dalam maqam ini manusia memandang bahwa semua mahluk itu tidak wujud ( tidak ada ) karena yang ada hanyalah Allah SWT. Semua yang ada di dunia ini pasti ada yang menciptakan dan pencipta tersebut tak lain adalah Allah SWT. Maqam ini juga lebih dikenal dengan maqam &lt;i&gt;&lt;b&gt;Fana' (&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Liberation Sans;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;فناء &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;).&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="3"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Liberation Sans;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;حق 	البصيرة&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt; 	&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Maqam yang ketiga ini adalah maqam yang paling tinggi derajatnya karena dalam maqam ini manusia memandang bahwa semua mahluk itu ada tapi pada sisi lain mahluk itu juga tidak ada (&lt;span style="font-family:Liberation Sans;"&gt;غير موحود&lt;/span&gt;). Manusia tahu bahwa dirinya, keluarganya itu ada tapi juga berasumsi bahwa semuanya itu tidak ada karena yang ada hanyalah Allah SWT. Dalam maqam ini juga sering disebut dengan maqam &lt;i&gt;&lt;b&gt;Baqa' (&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Liberation Sans;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;بقاء &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Termasuk &lt;i&gt;tsamroh &lt;/i&gt;(buah) dari maqam yang pertama adalah perasaan manusia bahwa dia itu merasa selalu diawasi oleh Allah SWT (&lt;span style="font-family:Liberation Sans;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;مراقبة الله&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;) sehingga menjadikan mereka takut pada Allah SWT. Seorang pengajar, pegawai, bendahara ataupun majikan akan takut dalam menjalankan tugasnya sehingga mereka tidak akan berani untuk bekerja seenaknya sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Hurmuz (utusan raja Kisra) pernah datang ke Madinah untuk menanyakan dan mengetahui bagaimana kerajaan Sayyidina Umar Ra. Namun betapa terkejutnya ketika Hurmuz melihat Sayyidina Umar tidur di luar rumah tanpa adanya penjaga. Sayyidina Umar tidak pernah merasa takut pada kematian dan beliau selalu merasa diawasi oleh Allah SWT sehingga selalu berbuat adil kepada rakyatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Nabi Muhammad SAW selalu berkumpul dengan keluarga dan masyarakat namun beliau tidak pernah lupa kepada Allah. Ketika isra' mi'raj beliau berada dalam maqam &lt;i&gt;Fana' &lt;/i&gt;karena yang diingat hanyalah Allah, namun setelah kembali ke bumi maka beliau berada pada maqam &lt;i&gt;Baqa' &lt;/i&gt; karena kembali berinteraksi dengan masyarakat. Beliau juga berada dalam maqam &lt;i&gt;Fana' &lt;/i&gt; ketika beliau sendirian (jauh dari masyarakaut) dan hanya ingat kepada Allah SWT. Para Sahabat Nabi juga demikian, terkadang berada dalam maqam &lt;i&gt;Fana' &lt;/i&gt;dan terkadang berada dalam maqam &lt;i&gt;Baqa'.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Dari ketiga maqam di atas, yang paling baik adalah maqam yang ketiga (&lt;i&gt;Baqa'). &lt;/i&gt;Adapun masyarakat awam maka mereka baru berada pada maqam yang pertama yaitu hanya memikirkan ciptaan Allah SWT. Pada maqam yang kedua, ketika hamba sedang ingat kepada Allah maka dia akan hilang dan akan kembali lagi jika maqam itu telah pergi. Oleh karena itu maqam yang paling sulit adalah maqam yang ketiga (maqam &lt;i&gt;Baqa'&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="left"&gt;    &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="left"&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="left"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="left"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3335415617783496264-1497717274073529219?l=mikialqudsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/feeds/1497717274073529219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/04/maqam-wushul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/1497717274073529219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/1497717274073529219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/04/maqam-wushul.html' title='MAQAM WUSHUL'/><author><name>ARYA PENANGSANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07730722849744342945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_H4eBlnejnq0/SegjP2m46RI/AAAAAAAAABY/jHH-drrzG5A/S220/AK000339.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335415617783496264.post-2643660317391764413</id><published>2009-04-16T23:04:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T23:13:11.658-07:00</updated><title type='text'>RESENSI</title><content type='html'>   	&lt;meta http-equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt; 	&lt;title&gt;&lt;/title&gt; 	&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.4  (Linux)"&gt; 	&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;   	&lt;meta http-equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt; 	&lt;title&gt;&lt;/title&gt; 	&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.4  (Linux)"&gt; 	&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;  &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0"&gt; 	&lt;col width="85"&gt; 	&lt;col width="10"&gt; 	&lt;col width="161"&gt; 	&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; 		&lt;td width="33%"&gt; 			&lt;p align="left"&gt;Nama Kitab&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="4%"&gt; 			&lt;p align="left"&gt;:&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="63%"&gt; 			&lt;p align="left"&gt;Al Ulama Al Mujaddidun&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt; 	&lt;tr&gt; 		&lt;td width="33%"&gt; 			&lt;p align="left"&gt;Pengarang&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="4%"&gt; 			&lt;p align="left"&gt;:&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="63%"&gt; 			&lt;p align="left"&gt;KH. Ma imoen Zubair&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt; 	&lt;tr&gt; 		&lt;td width="33%"&gt; 			&lt;p align="left"&gt;Penerbit&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="4%"&gt; 			&lt;p align="left"&gt;:&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="63%"&gt; 			&lt;p align="left"&gt;Maktabah Al -Anwariyah&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt; 	&lt;tr&gt; 		&lt;td width="33%"&gt; 			&lt;p align="left"&gt;Tahun Terbit  			&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="4%"&gt; 			&lt;p align="left"&gt;:&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="63%"&gt; 			&lt;p align="left"&gt;-&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt; 	&lt;tr&gt; 		&lt;td width="33%"&gt; 			&lt;p align="left"&gt;Tebal Kitab&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="4%"&gt; 			&lt;p align="left"&gt;:&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="63%"&gt; 			&lt;p align="left"&gt;55 halaman&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Al-Qur'an diturunkan oleh Allah sebagai pedoman bagi manusia secara universal dalam semua perbuatan, ucapan, maupun kehidupan (individu atau sosial). Sebagai pedoman yang masih global maka hal itu tidak bisa nyata tanpa adanya figur untuk menjadi qudwah (panutan) sesuai dengan intisari Al-Qur'an. Oleh sebab itu Allah mengutus nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan yang segala perbuatannya tercermin dari Al-Qur'an. Konsekuensinya, manusia diwajibkan untuk mengikuti dan menjalankan apa yang diperintah maupun yang dilarang oleh beliau. Sebagaimana dijelaskan dalam alqur'an  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; text-align: center;"&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;وما اتكم الرسول فخذوه وما نهكم عنه فانتهوا&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; text-align: justify;"&gt;Seiring dengan bergesernya waktu dan telah wafatnya nabi maka dibutuhkan lagi figur yang mampu menuntun manusia dalam berpegang teguh pada ajaran-ajaran Al-Qur'an. Figur tersebut tak lain adalah para ulama' yang telah dipilih Allah untuk menggantikan posisi nabi. Ulama inilah yang nantinya akan memperbaharui agama islam sehingga islam selalu relevan dengan tathowwur al-zaman (evolusi zaman) dimana saja dan kapan saja. Hal ini sesuai dengan hadis nabi :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; text-align: center;"&gt;&lt;font face="Liberation Sans"&gt;ان الله يبعث لهذه الامة على رأس كل سنة من يجدد لها دينها&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; text-align: justify;"&gt;Dari fenomena diatas maka KH. Maimoen zubair mengarang sebuah kitab yang mengulas tentang ulama-ulama pembaharu yang muncul setiap kurun satu abad. Al Ulama Al Mujaddidun merupakan refleksi kitab yang mampu membawa kita untuk lebih memahami perubahan-perubahan zaman dengan segala problem-problemnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; text-align: justify;"&gt;Didalam kitab tersebut dijelaskan bahwa hukum islam berangsur-angsur mulai hilang, terkikis oleh globalisasi. Diantaranya adalah masalah perbudakan, jihad fi sabilillah, penegakan hukum (al-hudud) serta zakat mata uang emas dan perak. Penulis juga menjelaskan tentang wajibnya zakat mata uang kertas serta menolak pendapat orang yang tidak mewajibkannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; text-align: justify;"&gt;Setelah itu penulis secara efektif menjabarkan dan membahas tentang eksistensi islam pada saat turunnya nabi Isa AS. Dijelaskan bahwasanya nabi Isa AS diturunkan Allah untuk memerangi Dajjal yang telah menyesatkan banyak manusia. Pada masa Dajjal inilah muncul keanehan-keanehan di dunia ini yang kesemuanya itu merupkan &lt;i&gt;istidroj&lt;/i&gt; baginya untuk memikat orang-orang yang tidak diberi hidayah Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Di akhir kitab tersebut secara jenial penulis mendemonstrasikan keahliannya sekaligus juga mencarikan solusi bagi problem-problem intelektual dan sosial yang muncul dalam masyarakat, yaitu dengan berpegang teguh pada kitab-kitab ulama fiqih serta tidak fanatik pada satu aturan madzhab. Dengan demikian masyarakat tidak akan melenceng dari syari'at-syari'at islam dan terhindar dari ajaran-ajaran yang menyesatakan. Wallahu a'lam.&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3335415617783496264-2643660317391764413?l=mikialqudsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/feeds/2643660317391764413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/04/resensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/2643660317391764413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/2643660317391764413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/04/resensi.html' title='RESENSI'/><author><name>ARYA PENANGSANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07730722849744342945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_H4eBlnejnq0/SegjP2m46RI/AAAAAAAAABY/jHH-drrzG5A/S220/AK000339.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335415617783496264.post-901980548234249664</id><published>2009-04-05T02:14:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T23:13:10.807-07:00</updated><title type='text'>ARTIKEL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div face="georgia" style="text-align: center;"&gt;&lt;font style="font-weight: bold;"&gt;PALESTINA VS ISRAEL&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;A. SEJARAH ISRAEL DAN ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahudi merupakan bangsa dari keturunan Israil yang merupakan laqab dari pada nabi ya'qub as. yang juga merupakan cucu dari nabi Ibrahim as. Bangsa Israil yang notabene keturunan Ibrahim dengan istri pertama siti Sarah merasa  bangga karena mereka adalah keturunan dari orang terpandang. Mereka mengklaim diri sebagai suku bangsa paling mulia di dunia ini karena mereka adalah keturunan Ibrahim bapak para nabi (abu al-anbiya’). Memang bangsa Israil telah diberi anugrah oleh Allah sebagai manusia / bangsa paling mulia di muka bumi ini, namun hal itu adalah sebelum lahirnya Islam dan nabi Muhammad saw. Allah swt telah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ (47) {البقرة : 47}&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad saw diutus Allah untuk menyebarkan agama Islam kepada semua umat di bumi ini tak terkecuali bangsa yahudi. Al-qur'an diturunkan kepada nabi sebagai pedoman dan merevisi kitab-kitab terdahulu. Namun kehadiran nabi dan Al-qur'an mendapatkan permusuhan dari bangsa yahudi yang secara terang-terangan tidak meyakini kebenarannya. Sebenarnya bangsa yahudi telah mengetahui bahwa nabi Muhammad adalah utusan terakhir yang akan membawa umat manusia ini menuju jalan Allah, namun kedengkian dan kegengsian mendorong mereka untuk tidak meyakini kebenaran nabi. Hal ini telah dijelaskan dalam Al-qur'an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ (89) [البقرة/89]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;الَّذِينَ آَتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ (146) [البقرة/146]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Fenomena di atas terjadi karena argumen mereka yang menyatakan bahwa secara genetikal mereka lebih mulia dari pada nabi Muhammad yang merupakan keturunan arab jahiliyyah. Dari garis keturunan memang nabi Muhammad adalah keturunan nabi Ismail yang merupakan putra pertama nabi Ibrahim dengan istri siti Hajar.&lt;br /&gt;Jika membahas hubungan antara agama islam dengan yahudi memang tidak akan lepas dari cerita nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim  dilahirkan di Irak (Chaldea) dari ayah seorang tukang kayu pembuat patung. Patung-patung itu kemudian dijual  kepada masyarakatnya sendiri, lalu disembah. Sesudah remaja ia terkejut melihat patung-patung yang dibuat oleh ayahnya itu disembah  oleh  masyarakat  dan  kenapa mereka memberikan rasa hormat  kepada  sekeping  kayu  yang  pernah dikerjakan  ayahnya itu. Rasa syak pun mulai timbul dalam hatinya. Nabi Ibrahim bertanya kepada ayahnya, bagaimana  hasil  kerajinan tangannya itu sampai disembah orang?Kemudian nabi Ibrahim  menceritakan  hal  itu  kepada  orang lain. Ayahnyapun  sangat  memperhatikan  tingkah laku  nabi Ibrahim,  karena  ia  kuatir hal ini akan rnenghancurkan perdagangannya. Nabi Ibrahim adalah  orang yang sangat percaya kepada akal pikirannya.  Ia ingin    membuktikan    kebenaran   pendapatnya   itu   dengan alasan-alasan yang dapat  diterima.  Ia  mengambil  kesempatan ketika  orang  sedang  lengah. Ia pergi menghampiri sang dewa, dan berhala  itu  dihancurkan,  kecuali  berhala  yang  paling besar. Setelah diketahui orang, mereka berkata kepadanya: "Engkaukah  yang  melakukan  itu  terhadap dewa-dewa kami, hai Ibrahim?" Dia menjawab: "Tidak. Itu dilakukan oleh yang paling besar diantara mereka. Tanyakanlah kepada mereka, kalau memang mereka bisa bicara." (Qur'an, 21: 62-63) Ibrahim melakukan itu sesudah ia  memikirkan  betapa  sesatnya mereka  dalam menyembah  berhala,  lalu sebaliknya  siapa yang seharusnya mereka sembah ?. "Bila  malam  sudah  gelap,  dilihatnya  sebuah  bintang.   Ia berkata:  Inilah Tuhanku. Tetapi bilamana bintang itu kemudian terbenam, iapun  berkata: 'Aku  tidak  menyukai  segala  yang terbenam.' Dan setelah dilihatnya bulan terbit, iapun berkata: 'Inilah Tuhanku.' Tetapi bilamana bulan itu kemudian terbenam, iapun  berkata:  'Kalau Tuhan tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku akan jadi sesat.' Dan setelah dilihatnya matahari terbit,  iapun  berkata:  'Ini Tuhanku. Ini yang lebih besar.'Tetapi bilamana matahari itu  juga  kemudian  terbenam,  iapun berkata:  'Oh  kaumku. Aku lepas tangan terhadap apa yang kamu persekutukan itu. Aku mengarahkan wajahku  hanya  kepada  yang telah  menciptakan  semesta  langit  dan  bumi  ini. Aku tidak termasuk mereka yang mempersekutukan Tuhan." (Qur'an 6: 76-79) Nabi Ibrahim  tidak  berhasil  mengajak  masyarakatnya.  Malah sebagai  balasan  ia  dibakar  ke  dalam api. Tetapi Tuhan masih menyelamatkannya. Ia lari ke Palestina bersama istrinya Sarah.  Dari  Palestina mereka meneruskan perjalanan ke Mesir. Pada waktu itu Mesir di  bawah  kekuasaan  raja-raja  Amalekit (Hyksos). Sarah  adalah  seorang wanita cantik. Pada waktu itu raja-raja Hyksos   biasa   mengambil   wanita-wanita  bersuami  yang cantik-cantik.  Nabi Ibrahim  memperlihatkan  seolah-olah  Sarah adalah saudaranya. Ia takut dibunuh  dan  Sarah  akan  diperistrikan raja.  Raja  memang  bermaksud  akan  memperisterikannya. Tetapi  ia tidak bisa mewujudkan keinginannya karena Sarah dijaga oleh Allah swt.  Sarahpun akhirnya diberi beberapa  hadiah  di  antaranya  seorang  gadis  belian bernama  Hajar.  Karena sudah  bertahun-tahun Sarah  dengan Ibrahim belum juga memperoleh keturunan, maka  Sarah menyuruh nabi Ibrahim untuk  bergaul dengan Hajar, yang tidak lama kemudian mempunyai keturunan  yaitu  Ismail.&lt;br /&gt;Dari lahirnya keturunan bagi nabi Ibrahim inilah maka timbul rasa cemburu pada siti Sarah yang merupakan istri pertama namun belum mampu memberikan buah hati bagi suami tercintanya. Akhirnya siti Sarah meminta nabi Ibrahim untuk memindahkan siti Hajar dari tanah palestina yang merupakan tempat tinggal nabi  Ibrahim bersama kedua istrinya tersebut. Akhirnya siti Hajar dipindahkan ke tanah Hijaz dan ditinggalkan di sana bersama anak yang baru lahir tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti Sarah yang tidak ingin mengecewakan nabi Ibrahim selalu berdo'a siang dan malam agar diberi keturunan oleh Allah swt. Selang beberapa tahun akhirnya do'a siti Sarah dikabulkan oleh Allah swt. Siti Sarah melahirkan seorang putra yang diberi nama Ishaq. Ishaq adalah seorang putra yang lahir dari rahim orang yang sudah sangat tua, namun karena ijin Allah maka hal ini bisa terjadi. Kisah ini diabadikan dalam Al-qur'an :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;قَالُوا لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ (53) قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِي عَلَى أَنْ مَسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ (54) [الحجر/53، 54]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dari putra Ishaq (yang berjarak 9 tahun dengan kelahiran Ismail) inilah yang pada kelanjutannya akan menurunkan bangsa Israil karena Ishaq adalah ayah dari nabi Ya'qub. Dan dari keturunan Ishaq jugalah yang memunculkan nabi-nabi sesudahnya sebagai utusan bagi kaum yahudi. Diantara nabi-nabi yang diutus adalah Nabi Yusuf, Musa, Dawud, Sulaiman, Zakariya, Yahya dan Isa. Mereka semua diutus oleh Allah untuk memberi anugrah dan kemuliaan kepada bangsa yahudi, namun mereka kerap kali tidak menyadari dan justru melawan dengan nabi mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa yahudi sering kali memusuhi dan bahkan membunuh nabi yang tidak sesuai dengan keinginan hati mereka. Kejahatan dan kebengalan mereka seringkali disebutkan dalam Al-qur'an :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَأَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلًا كُلَّمَا جَاءَهُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُهُمْ فَرِيقًا كَذَّبُوا وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَ (70) [المائدة/70]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sementara nabi Ismail ketika sudah dewasa menikah  dengan gadis kabilah  Jurhum.  Ia  dengan  istrinya  tinggal  bersama-sama keluarga  Jurhum  yang  lain.  Di  tempat itu ka’bah sudah dibangun, yang kemudian berdiri pula Mekah sekitar tempat itu. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa  pada  suatu  hari  nabi Ibrahim  minta  ijin kepada  Sarah  untuk  mengunjungi Ismail dan ibunya. Permintaan ini disetujui dan nabi Ibrahim  pun pergi. Setelah  ia  mencari  dan  menemukan rumah Ismail ia bertanya kepada isterinya: "Mana suamimu?" "Ia sedang berburu untuk hidup kami," jawabnya. Kemudian  ditanya  lagi,  dapatkah  kamu  menjamu  makanan  atau minuman, dijawab  bahwa  dia  tidak  mempunyai  apa-apa  untuk dihidangkan. Ibrahim  pergi,  setelah  mengatakan:  "Kalau  suamimu  datang sampaikan  salamku  dan  katakan  kepadanya:   "Ganti ambang pintumu."Setelah  pesan ayahnya itu disampaikan kepada Ismail, ia segera  menceraikan  isterinya,  dan  kemudian  kawin  lagi dengan  wanita Jurhum yang lain yaitu puteri Mudzadz bin 'Amr. Wanita ini telah menyambut nabi Ibrahim dengan baik ketika ia datang dalam beberapa waktu.  "Sekarang  ambang pintu rumahmu sudah kuat," (kata nabi Ibrahim). Dari perkawinan ini nabi Ismail mempunyai dua belas orang anak,  dan mereka  inilah  yang  menjadi cikal-bakal Arab al-Musta'-riba, yakni orang-orang Arab yang bertemu dari pihak ibu pada Jurhum dengan Arab al-'Ariba keturunan Ya'rub ibn Qahtan. Sedang ayah mereka, Ismail anak Ibrahim, dari  pihak  ibunya  erat  sekali bertalian  dengan  Mesir,  dan  dari  pihak  ayahnya  dengan Irak (Mesopotamia)  dan  Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. ANTARA ISLAM DAN ISRAEL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad hijrah ke Madinah karena mendapatkan banyak tekanan dari kafir Makkah. Di Madinah beliau menemukan komunitas baru yaitu masyarakat Madinah dengan beragam suku tak terkecuali bangsa yahudi. Masyarakat Madinah yang merupakan titik awal perjuangan dakwah nabi sangat setia dan selalu mendukung apa yang nabi Muhammad lakukan. Pada satu sisi nabi juga berinteraksi dengan yahudi madinah yang lebih dahulu menetap di sana. Untuk menjaga keharmonisan dengan orang-orang yahudi, maka nabi Muhammad membuat perjanjian dengan mereka yang selanjutnya dikenal dengan istilah Piagam Madinah. Salah satu isi Piagam Madinah adalah jika salah satu kelompok di Madinah diserang oleh  kelompok lain maka semua harus ikut membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada akhirnya orang yahudi melanggar perjanjian tersebut dengan bergabungnya mereka dan membantu kafir Makkah dalam perang Ahzab. Akhirnya mereka pun diusir nabi dari kota Madinah. Bangsa yahudi memang kerap kali menyakitkan dan mempersulit nabi Muhammad dalam berdakwah. Mereka sering meminta kepada nabi untuk menunjukkan mukjizat-mukjizat agar mau beriman. Akan tetapi kenyataannya mereka hanyalah orang-orang yang suka meminta-minta dan menyulitkan nabi Muhammad saw. Kebengalan dan kemunafikan bangsa yahudi memang sudah tidak bisa ditolerir dan dimaafkan. Allah telah mengecap mereka sebagai musuh utama islam yang patut diwaspadai. Dalam Al-qur'an disebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آَمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آَمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ (82) [المائدة/82]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PERANG PALESTINA DAN ISRAEL. PERANG AGAMA ATAU PERANG HISTORICAL?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang antara Palestina dan israel tak lebih sebagaimna perang antara orang Nasrani dengan orang Islam pada perang salib. Perang salib terjadi karena propaganda para pendeta yang berkeinginan untuk menguasai tanah palestina yang notabene adalah tanah kelahiran tuhan mereka (Isa Al-masih). Propaganda tersebut dilakukan dengan memberi asumsi kepada masyarakat Eropa bahwasanya orang Islam adalah para penjajah, orang yang kafir (menurut mereka), dan orang yang menghina kuburan Al-masih. Propaganda ini adalah rekayasa dari para pendeta dan bukan merupakan realita masyarakat Islam terlebih masyarakat Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama islam sangat menghormati orang yahudi karena mereka adalah ahli kitab. Ahli kitab merupakan orang-orang yang menjalankan agama dari Allah swt. Mereka berpedoman pada kitab yang telah diturunkan oleh Allah kepada mereka melalui perantaraan para nabi. Oleh karena itu nabi Muhammad diperintahkan untuk mengajak orang-orang yahudi agar mau masuk agama islam.  Al-qur’an banyak sekali menyebutkan tentang ahli kitab diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ (64) [آل عمران/64]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;رَوَى ابْنُ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ لِمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ حِينَ بَعَثَهُ إِلَى الْيَمَنِ إِنَّكَ سَتَأْتِي قَوْمًا أَهْلَ كِتَابٍ فَإِذَا جِئْتَهُمْ فَادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لَا إلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَإِنْ أَطَاعُوك بِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوك بِذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ وَدَلِيلُنَا مِنْ جِهَةِ الْقِيَاسِ أَنَّ هَذَا مَالٌ لِلْإِمَامِ فِيهِ حَقُّ الْوِلَايَةُ فَوَجَبَ دَفْعُهُ إِلَيْهِ أَصْلُهُ دَفْعُ مَالِ الْيَتِيمِ إِلَى الْوَصِيِّ .&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; المنتقى - شرح الموطأ - (ج 2 / ص 80)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yahudi sebenarnya adalah agama yang baik, namun kebenaran ini agaknya mulai hilang ketika para pendeta yahudi mulai merubah kitab yang telah ditirunkan Allah kepada mereka yaitu taurat. Dan kebenaran agama yahudi pun mulai dipertanyakan ketika muncul paham zionis yang telah menjadi penggerak mereka dalam memusuhi agama islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zionisme Israel&lt;br /&gt;          Sebelum berbicara mengenai Zionisme Israel, kita harus memahami terlebih dulu hubungan antara Yahudi dengan Zionisme. Dari apa yang dinyatakan Roger Geraudy dalam The Case of Israel-nya, ada isyarat bahwa ketika berbicara mengenai Yahudi, maka hal itu terkait dengan: (1) Yahudi sebagai agama; (2) Yahudi sebagai sebuah bangsa; (3) Yahudi sebagai keturunan; (4) Yahudi sebagai sebuah gerakan politik (baca: Zionisme). Para tokoh Yahudi sendiri memiliki penafsiran yang berbeda tentang permasalahan tersebut.&lt;br /&gt;Sebagai sebuah agama, bangsa, sekaligus keturunan, Yahudi telah eksis sejak berabad-abad yang lalu, bahkan sejak zaman Nabi Musa as. Sementara itu, Yahudi sebagai gerakan politik adalah fenomena baru yang lahir pada masa imperialisme dan kolonialisme Barat. Dengan kata lain, Zionisme adalah pemikiran baru, bukan bagian dari historisitas Yahudi Internasional, tetapi dari pemikiran Barat, khususnya Eropa. Pakar politik dan pemikir Kristen justru mengenal paham Zionisme sebelum paham itu terlintas di benak orang Yahudi. Paham itu bermula dari pengusiran-pengusiran orang-orang Yahudi. Tidak tahan dengan perlakukan seperti itu, kaum Yahudi kemudian melakukan eksodus besar-besaran ke Eropa. Kejadian ini telah membuat orang-orang Eropa merasa risih terhadap keberadaan mereka. Akhirnya, orang-orang Eropa berkeinginan memindahkan mereka dari daratan Eropa. Hal ini telah mendorong mereka untuk mencari tempat berlindung. Inilah alasan yang menyebabkan negara-negara Eropa, terutama Inggris, membentuk gerakan-gerakan Yahudi bukan untuk kebaikan Yahudi, bukan pula sebagai wujud belas kasihan kepada Yahudi, tetapi sebagai jembatan untuk mempertahankan kepentingan Eropa di wilayahnya.&lt;br /&gt;Zionisme adalah gerakan yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi untuk mendirikan negara khusus bagi komunitas Yahudi (di Palestina). Negara ini merupakan institusi yang mengumpulkan kembali orang-orang Yahudi yang sudah bertebaran di seluruh dunia (diaspora).&lt;br /&gt;Secara politis, tahun 1882 adalah titik-tolak keinginan tokoh-tokoh Yahudi untuk mewujudkan negara Zionis Israel.  Theodore Hertzl merupakan tokoh kunci yang mencetuskan ide pembentukan negara tersebut. Ia menyusun doktrin Zionismenya dalam bukunya berjudul Judenstaad (The Jewish State). Sejak tahun 1882, Zionisme merupakan sebuah gerakan politik yang secara sistematis berusaha mewujudkan negara Yahudi. Secara nyata, gerakan ini didukung oleh tokoh-tokoh Yahudi yang hadir dalam kongres pertama Yahudi Internasional di Basel (Swiss) tahun 1895. Kongres tersebut dihadiri oleh sekitar 300 orang, mewakili 50 organisasi zionis yang terpencar di seluruh dunia. Mereka lalu mendirikan basis kekuatannya di Wina (Austria) tahun 1896.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imperialisme Barat&lt;br /&gt;          Dilihat dari perkembangan sejarah dunia, terutama sejak masa renaissance di Eropa hingga kini, dunia telah dibentuk dengan ide-ide ‌baik yang mendasar ataupun turunan yang sebagian besarnya dimunculkan oleh orang-orang keturunan Yahudi (Ini berarti terkait dengan Yahudi sebagai keturunan). Hal inilah yang disimpulkan oleh Max I Dimont seorang Yahudi, yang secara angkuh mengungkapkan dalam bukunya, Jews, God, and History. Buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Desain Yahudi atau Kehendak Tuhan ini, membuat sebuah paragrap penutup, “Jika seseorang memandang pencapaian Yahudi melalui kaca mata meterialistik, ia hanya melihat sebuah minoritas tak berarti yang hanya memiliki secuplik negeri dan sedikit bataliyon. Ini tampaknya musykil. Akan tidak tampak musykil jika orang menanggalkan prasangka-perasangka yang menutup mata dan memandang dunia bukan sebagai benda tetapi sebagai sebuah ide”. Jika diperhatika maka pasti akan dilihat bahwa dua pertiga ide dunia beradab sudah diatur oleh ide-ide bangsa Yahudi, ‌ide Moses, Jesus, Paul, Spinoza, Marx, Freud, Einstein, dll.&lt;br /&gt;Dalam sudut pandang ideologi, ada tiga ide besar yang tidak bisa dilepaskan dari pemikiran dan keterlibatan orang-orang Yahudi, yakni Kapitalisme, Sosialisme, dan Zionisme.&lt;br /&gt;Kapitalisme dan Sosialisme pertama kali digagas di Eropa. Ideologi ini dibangun atas dasar pemikiran-pemikiran mendasar tentang manusia dan kehidupan. Peran orang-orang Yahudi untuk menghasilkan ide-ide yang merusak dunia ini sangatlah besar. Seperti yang ditulis oleh Max I Dimont ketika mengomentari masa kebangkitan Eropa (renaissance). Dalam periode ini, menjulang tinggi figur-figur Yahudi seperti Marx, Freud, Bergson, dan Einstein.&lt;br /&gt;Dari Karl Marx muncul ideologi Sosialisme, termasuk Komunisme. Masih dalam buku yang sama, Max I Dimont memberikan komentar tentang Karl Marx, tentunya dengan sudut pandang Yahudi-nya yang sangat kental. Karl Marx adalah anak seorang Yahudi yang dilahirkan pada tahun 1818 di Trier, Jerman.&lt;br /&gt;Ide ekonomi kapitalis dunia tidak bisa juga dilepaskan dari seorang David Ricardo. Dia dianggap sebagai Bapak Kapitalisme yang telah merumuskan teori-teori ekonomi Kapitalisme penting tentang utang, kepemilikan, upah, dan tentang kuantitas uang. Bagaimana kedekatan David Ricardo ini dengan Yahudi? Kembali Max I. Dimont menulis, ayah Ricardo telah mengadakan kebaktian Yahudi untuk pemakaman anaknya itu.&lt;br /&gt;Apa yang dirasakan oleh manusia dengan kedua ideologi yang dicetuskan oleh orang-orang Yahudi ini? Kedua ideologi ini telah membawa kehancuran yang dahsyat bagi dunia, terutama karena kedua-duanya menjadikan imperialisme (penjajahan) sebagai instrumen untuk meneguhkan sekaligus mengembangkan dirinya ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Zionisme dengan Imperialisme&lt;br /&gt;          Lalu, bagaimana hubungan antara Kapitalisme dan Sosialisme yang sama-sama menggunakan imperialisme sebagai instrumennya‚ dengan Yahudi sebagai sebuah agama dan Yahudi sebagai sebuah gerakan politik (Zionisme)?&lt;br /&gt;Sebagai sebuah agama yang hanya bersifat ritual dan spiritual, Yahudi tidak bisa berdiri sendiri. Agama Yahudi membutuhkan sebuah ideologi politik. Oleh karena itu, para penganut agama Yahudi ada yang bergabung dengan ideologi Kapitalisme dan ada pula yang bergabung dengan Sosialisme.&lt;br /&gt;Namun demikian, sebagai sebuah gerakan politik (Zionisme), Yahudi lebih memanfaatkan Kapitalisme ‌yang memang lebih dominan sekaligus lebih berjaya dengan imperialismenya ‌sebagai kendaraan politiknya. Oleh karena itu, Zionisme berhasil menuai berbagai keuntungan politis berkat dukungan imperialisme Barat sejak dimulainya imperialisme tersebut hingga saat ini.&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan imperialisme Barat‚‌ meskipun secara tidak langsung dicetuskan oleh orang-orang Yahudi karena merekalah yang menggagas ideologi Kapitalisme‚ Zionisme jelas kalah pamor. Kepentingan imperialisme sendiri muncul lebih awal ketimbang kemunculan gerakan bersatunya Yahudi sebagai kekuatan politik yang sangat berpengaruh di Barat. Historisitas gerakan Zionisme bukan bagian dari historisitas Yahudi internasional dan tidak pernah dikenal oleh orang-orang Yahudi Yaman, India, atau Irak, tetapi hanya dikenal oleh orang-orang Yahudi di Dunia Barat. Gerakan ini juga tidak pernah dikenal pada abad pertengahan, melainkan baru dikenal pada abad ke-19, yakni bersamaan dengan meletusnya peperangan melawan imperialisme Barat di berbagai wilayah.&lt;br /&gt;Karena kesadaran pengikut zionis akan pentingnya bersandar kepada pihak luar, maka mereka bergabung dengan sentral kekuatan imperialisme yang mampu untuk menjamin perlindungan dan keamanan terhadap mereka. Untuk itu, Yahudi memindahkan kegiatan dan markas mereka ke Amerika, agar terus mendapat jaminan perlindungan dan keamanan Amerika.&lt;br /&gt;Simbiosis Barat imperialis dengan kaum Zionis Yahudi menemukan bentuk idealnya ketika mereka bersama-sama menghadapi kekuatan kaum Muslim yang saat itu berada di bawah naungan Daulah Islamiyah Utsmaniyah. Orang-orang Yahudi rela mengubur permusuhannya dengan orang-orang Barat Kristen. Padahal, mereka belum pupus ingatannya terhadap peristiwa yang menimpa warga Yahudi Eropa, tatkala Raja Spanyol yang beragama Katolik bertanggung jawab terhadap pembantaian dan pemusnahan kaum Yahudi dari daratan Eropa (tidak lama setelah jatuhnya benteng Islam terakhir di wilayah Andalusia-‌sekarang menjadi daerah Portugal dan Spanyol-tahun 1492).&lt;br /&gt;Zionisme Israel, Imperialisme AS, dan Terorisme Keduanya di Dunia Islam           Kita tahu, sejak tampil sebagai pemenang dalam Perang Dunia II dan juga Perang Dingin hingga saat ini, pijakan kebijakan politik luar negeri AS sebagai pengusung utama ideologi kapitalisme‌sebetulnya tidak pernah berubah, yakni imperialisme (penjajahan). Yang berubah adalah cara dan sarananya saja. Jika di masa lalu imperialisme lebih menonjolkan kekuatan fisik (militer), maka saat ini instrumen yang digunakan adalah politik dan ekonomi. Pada era imperialisme non-fisik inilah hubungan Zionisme dengan sentra kekuatan imperialisme Barat ini, terutama AS, jutru semakin erat dan bahkan semakin mesra. Hal itu dapat dilihat dari berbagai kebijakan politik luar negeri (baca: imperialisme) Amerika, khususnya di Timur Tengah, yang selalu menguntungkan kaum Zionis. Keduanya bahkan sama-sama terlibat secara intens di dalam menebarkan teror di Dunia Islam.&lt;br /&gt;Hal ini sebetulnya mudah dipahami ketika kita mengetahui siapa sesungguhnya yang menentukan kebijakan politik luar negeri Amerika. Menurut beberapa sumber bahwa politik luar negeri AS banyak dipengaruhi Kongres dan lobi Yahudi, di samping agen intelijen dan media massa.&lt;br /&gt;Kongres dan lobi Yahudi yang dikenal dengan AIPAC (American-Israel Public Affairs Committee) memainkan peranan vital dalam politik luar negri Amerika sejak tahun 1960-an. Walaupun implikasinya tidak kentara (invisible) di lapangan, tetapi mereka yang bertanggung jawab dalam hal tersebut sangat merasakan sepak terjangnya yang kuat. Kongres memainkan peran substansial dalam membentuk kebijakan luar negri Amerika, terutama untuk kawasan Timur Tengah, antara lain dengan melindungi keamanan entitas Zionis, eksistensi, dan superioritasnya di berbagai aspek karena entitas ini diproyeksikan sebagai agen Barat kawasan ini. Konsekuensinya, Kongres konsisten membuat segala upaya untuk mengalokasikan porsi bantuan luar negri yang signifikan buat Israel pada saat konflik Israel dengan Arab terus bereskalasi.&lt;br /&gt;Di saat PBB mengeluarkan resolusi yang sangat lunak tentang kebiadaban Israel baru-baru ini, Kongres AS berbuat sebaliknya. Mereka melakukan voting untuk mengecam Palestina. Hasilnya 365 suara mendukung dan hanya 30 suara menentang. Inilah gambaran demikian kuatnya pengaruh Yahudi di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;Kenapa Yahudi demikian kuat di AS padahal jumlah mereka sedikit. Edward Tivnan dalam bukunya The Lobby, Jewish Political Power and American Foreign Policy meneliti tentang sejauh mana kekuatan masyarakat Yahudi di AS. Dalam buku itu disebutkan beberapa sumber kekuatan Yahudi dalam politik AS, antara lain:&lt;br /&gt;Pertama, senjata politik. Lewat ini kelompok Yahudi akan dapat mencap atau memberi label anti Israel, Pro Arab, atau anti semit kepada mereka yang mengritik Israel.&lt;br /&gt;Kedua, suara (vote) masyarakat Yahudi. Meskipun Amerika memiliki tradisi demokrasi yang kental, namun sesungguhnya hanya sedikit penduduk AS yang memberikan suaranya, bahkan hampir setengah dari pemilih tidak memberikan suara. Sebaliknya enam juta Yahudi yang hanya 3 % dari seluruh penduduk, bisa secara maksimal memberikan 90 % suara mereka.&lt;br /&gt;Ketiga, kemampuan orang-orang Yahudi untuk memberikan uang dalam kampanye-kampanye politik. Kekuatan uang,‌yang menonjol ‌dalam pemilihan di Amerika Serikat hampir seusia dengan negara ini. Yahudi pertama yang memberikan dana politik nasional adalah seorang bankir Yahudi bernama Abraham Feinberg. Dia merupakan penyokong dana pemilihan Hary Truman dan John F. Kennedy. Yahudi Amerika Serikat sangat dermawan terhadap calon yang dipercaya akan mendukung kepentingan mereka.&lt;br /&gt;Di samping itu, setiap orang mengakui bahwa media massa merupakan elemen tak terpisahkan dari proses politik Amerika yang secara tidak langsung memberikan kontribusi pada politik luar negri nya. Liputan media selalu saja memberikan impresi negative dan pandangan miring terhadap orang Arab dan komunitas Islam. Pada sisi lain, media Amerika secara konsisten mempresentasikan Israel dalam a positive light, kendati kebrutalan dan kebiadaban terus dilakukannya. Tidak dipungkiri memang bahwa media Amerika telah didominasi oleh Yahudi yang berhasil menampilkan sosok rakyat Arab dan umat Islam seperti monster yang menteror dan mendestabilkan dunia.&lt;br /&gt;Dari 1.700 koran terbitan AS, 3 % adalah milik Yahudi. Jumlah ini mencakup surat kabar yang terkemuka terutama dalam masalah internasional. Misalnya The New York Times dan The Washington Post. Hartawan Yahudi AS juga menguasai majalah mingguan yang berpengaruh seperti Newsweek, Time, US News &amp;amp; World Report, ataupun juga mingguan intelektual seperti Nation, New Republic, The New York Times Review of Books, dan lain-lain. Mereka juga menguasai tiga televisi besar di AS seperti The Columbia Broadcasting System, The American Broadcasting Corporation, dan The National Broadcasting Corporation. Perlu dicatat orang AS lebih suka menonton TV dari pada membaca. Dengan demikian, pengaruh TV di AS untuk membentuk opini sangatlah besar.&lt;br /&gt;Lebih dari itu, eratnya hubungan Zionisme dengan imperialisme AS dapat dilihat dari beberapa fakta berikut.&lt;br /&gt;Semasa masih menjadi presiden, di Los Angeles, Bill Clinton (14/8/2000), misalnya, pernah berkata, “Kami harus menjalin hubungan erat dengan Israel, sebagaimana telah saya lakukan sepanjang kekuasaan saya sebagai presiden dan sepanjang 52 tahun lampau”&lt;br /&gt;Sementara itu, pada awal-awal kekuasaannya sebagai presiden AS, George W. Bush berkomentar pada jumpa pers yang ia lakukan dengan Toni Blair di Kamp David pada tanggal 23/2/2001, “Kami akan mengulang kembali seluruh kebijakan-kebijakan politik (sebelumnya) untuk wilayah-wilayah dunia. Salah satunya adalah wilayah yang telah menyita sebagian besar waktu, yakni sekitar Teluk Persia dan Timur Tengah”&lt;br /&gt;Dua pekan sebelumnya, Bush ketika mengucapkan selamat kepada Ariel Sharon dalam Pemilu tanggal 6/2/2001, menyatakan, “Amerika akan bekerjasama dengan semua pemimpin Israel, sejak berdirinya pada tahun 1948. Hubungan bilateral kami sangat kokoh layaknya batu karang, sebagaimana komitmen Amerika terhadap keamanan Israel dan adanya kepercayaan besar terhadap PM Sharon”&lt;br /&gt;Demikianlah sikap resmi pemerintah AS terhadap Israel. Wajar jika berbagai kebijakan politik yang ditempuh Israel ‌termasuk tindakan terorisme di Timur Tengah akan selalu mendapatkan dukungan atau paling tidak, restu dari AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. IBRAH&lt;br /&gt;Bangsa Israel memang sebuah suku yang sangat besar dan telah menyebar di penjuru dunia. Mereka telah merasakan manis dan pahitnya dunia ini. Keangkuhan dan keserakahan merekalah yang menjadikan mereka mendapat laknat dari Allah sehingga tak jarang jika dalam beberapa periode mereka dikuasai dan dijajah oleh bangsa lain. Seringkali mereka hidup dalam kehinaan dan tidak memiliki tempat tinggal secara permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara masa-masa kesengsaraan bangsa Israil adalah ketika mereka dikuasai oleh Fir'aun (raja mesir), raja Bukhtanasar dan yang terakhir adalah ketika mereka dibantai oleh kelopok NAZI yang dipimpin oleh Adolf Hitler. Ketika itu bangsa yahudi dikejar-kejar oleh tentara NAZI dan dibantai di berbagai negara (holocaust).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa yahudi agaknya sedikit mendapatkan harapan dan kebahagiaan ketika pada akhir perang dunia II mereka diberi hadiah sebuah daerah oleh Amerika Serikat karena jasanya dalam membantu AS sehingga memperoleh kemenangan dalam perang yang merenggut banyak korban jiwa tersebut. Bangsa yahudi mulai berangsur-angsur menduduki daerah tersebut sehingga mereka berhasil berkumpul dalam skala yang cukup banyak. Daerah itulah yang sekarang dideklarasikan sebagai negara Israil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya negara Israil tersebut mereka berangan-angan untuk bisa meraih kejayaan sebagaimana pada masa raja Dawud dan Sulaiman. Dengan kepintaran dan otak yang cerdas mereka ingin menguasai Palestina yang merupakan simbol kejayaan mereka pada masa silam. Mereka ingin menduduki Baitul Muqaddas yang sekarang ini masih dikuasai oleh orang islam. Dengan segala upaya mereka melakukan penyerangan dengan peralatan milliter yang sangat komplet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang islam kita seharusnya menyadari bahwa apa yang telah dilakukan oleh bangsa Israil kepada Palestina adalah sebuah bahaya yang patut diwaspadai. Orang-orang Israil tidak akan puas sebelum menjadikan umat islam ini tunduk dan masuk pada agama mereka.  Al-qur'an telah sangat jelas menyebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (109) [البقرة/109] &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3335415617783496264-901980548234249664?l=mikialqudsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/feeds/901980548234249664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/04/palestina-vs-israel_05.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/901980548234249664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/901980548234249664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/04/palestina-vs-israel_05.html' title='ARTIKEL'/><author><name>ARYA PENANGSANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07730722849744342945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_H4eBlnejnq0/SegjP2m46RI/AAAAAAAAABY/jHH-drrzG5A/S220/AK000339.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335415617783496264.post-2043179538659938258</id><published>2009-04-05T02:04:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T02:07:46.047-07:00</updated><title type='text'>MIKIALQUDSY</title><content type='html'>PENULIS ADALAH ALUMNI MADRASAH QUDSIYYAH KUDUS TAHUN AJARAN 2005-2006 DAN SEKARANG MELANJUTKAN STUDY DI PP. AL-ANWAR SARANG&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3335415617783496264-2043179538659938258?l=mikialqudsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/feeds/2043179538659938258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/04/mikialqudsy.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/2043179538659938258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335415617783496264/posts/default/2043179538659938258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikialqudsy.blogspot.com/2009/04/mikialqudsy.html' title='MIKIALQUDSY'/><author><name>ARYA PENANGSANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07730722849744342945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_H4eBlnejnq0/SegjP2m46RI/AAAAAAAAABY/jHH-drrzG5A/S220/AK000339.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
